Emiten Digital Kian Diversifikasi ke Energi Terbarukan lewat Transformasi dan Digitalisasi
Keberlanjutan dan ketahanan dalam transisi energi digerakkan oleh teknologi digital. Emiten digital melakukan diversifikasi, bahkan bisa banting setir.
Oleh Erika Kurnia
23 Agt 2025 12:20 WIB · Ekonomi & Bisnis
Permintaan energi hijau yang terus meningkat membutuhkan jaringan ekosistem yang modern, tangguh, dan efisien. Bisnis teknologi digital menyimpan peluang besar untuk mengembangkan kebutuhan baru tersebut.
Salah satu emiten di pasar modal Indonesia yang berdiri pada 2021, PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), baru-baru ini terkena suspensi perdagangan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham perseroan naik drastis hingga perdagangannya harus dihentikan dua kali pada pertengahan Agustus.
Dalam sebulan terakhir, saham perusahaan tersebut sudah melesat 211 persen hingga Rp 168 per saham. Anomali ini terjadi lantaran perusahaan tersebut mengukuhkan transformasi bisnis ke sektor energi terbarukan.
Hal itu dilakukan melalui rencana akuisisi saham pengendali, PT Digital Futurama Global (DFG), oleh pemain bisnis energi terbarukan bernama PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara).
Perusahaan yang awalnya bernama PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk itu sebelumnya juga diakuisisi perusahaan industri energi terbarukan, PT Hexa Prima Nusantara, yang pada akhir 2024 membeli saham DGF sebagai salah satu pengendali perseroan.
Awal mula perseroan berdiri sebagai Lini Imaji Kreasi Ekosistem, perusahaan itu menyediakan jasa konsultasi pengembangan bisnis dan pemanfaatan teknologi. Jasa itu disediakan untuk usaha kreatif, aktivitas pemrograman komputer, hingga pengolahan data dengan tujuan komersial.
Namun, perseroan mulai melihat peluang lain. Presiden Komisaris Independen Futura Energi Global, Khairiansyah Salman, dalam acara paparan publik insidental secara daring, menjelaskan, mereka kini tertarik masuk ke bisnis digitalisasi yang berkaitan dengan industri listrik.
”Digitalisasi sektor listrik bukan pekerjaan gampang. Sementara, digitalisasi untuk pembangkit jadi bagian penting, terutama terhadap kontrol dan pengelolaan pembangkit yang sekarang kita siapkan untuk menyambut RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) negara,” tuturnya, Jumat (22/8/2025).
Baca Juga Transformasi Digital dan Teknologi Sektor Pertambangan Perkuat Performa ”ESG”
RUPTL 2025–2034, yang menargetkan tambahan kapasitas sekitar 75 gigawatt berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT), dibaca perseroan sebagai peluang untuk menarik investor dan mitra strategis.
Direktur Utama Futura Energi Global Tony Agus Mulyantono pada kesempatan sama menyampaikan, perusahaan akan mengembangkan berbagai proyek EBT, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mini-hidro, biomassa, dan panas bumi. Selain itu, perseroan juga memperkuat dekarbonisasi melalui anak usaha yang bergerak di bidang solusi karbon.
Langkah ini akan diawali dengan pengerjaan di salah satu proyek andalan Ardhantara, yakni geotermal Gunung Slamet, Jawa Tengah, dengan potensi kapasitas sekitar 220 MW. Proyek ini sudah mengantongi power purchase agreement (PPA) bersama PT PLN (Persero).
Transformasi digital
PT Futura Energi Global bukan satu-satunya bisnis digital yang terjun ke sektor energi. Emiten lain, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS), perusahaan penyedia solusi perangkat lunak perencanaan sumber daya perusahaan atau enterprise resource planning (ERP) dengan nama RUN System, juga mulai mengembangkan usaha digitalisasi ke sektor energi.
Tahun lalu, mereka berkolaborasi dengan ARTekhno, perusahaan energi mitra Pertamina dan PLN Indonesia. Dalam keterangan persnya, November 2024, perseroan mendukung transformasi digital sektor EBT oleh ARTekhno melalui implementasi solusi Cloud ERP R1 by RUN System, untuk optimalisasi proses bisnis.
Cloud ERP memungkinkan data dapat diakses secara real time untuk pengambilan keputusan yang lebih baik di berbagai proses bisnis, mencakup keuangan, inventaris, dan logistik. Digitalisasi proses dengan Cloud ERP R1 juga membantu industri energi mengurangi total biaya kepemilikan atau total cost of ownership (TCO).
Dilansir dari KPMG Global Tech Report 2023, 84 persen perusahaan energi yakin bahwa teknologi digital termasuk ERP dapat meningkatkan efisiensi secara signifikan. Hal tersebut bakal mendukung tujuan keberlanjutan dan meningkatkan produktivitas.
”Dengan solusi ERP yang komprehensif, RUN System berkomitmen untuk mendukung kebutuhan efisiensi dan keberlanjutan dalam industri ESDM Indonesia,” kata Direktur Utama RUN System Sony Rachmadi Purnomo.
Permintaan tinggi
Perusahaan auditor global Ernst & Young (EY) dalam artikelnya pada 2024 melihat bahwa transformasi digital di sektor EBT membawa peluang bisnis besar bagi pemain industri digital. Peluang ini terus berrkembang dengan kebutuhan transisi energi yang besar di Asia Tenggara.
Mereka mencatat, permintaan energi Asia Tenggara diproyeksikan meningkat sebesar 45 persen antara tahun 2023 dan 2050, hampir tiga kali lebih cepat daripada perkiraan peningkatan permintaan energi global selama periode yang sama. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penduduk, ekspansi ekonomi, dan perkembangan pesat sektor industri.
Baca Juga Inovasi Digital dalam Pengelolaan Energi
Dengan proyeksi tersebut, transformasi digital memiliki potensi signifikan bagi ikhtiar transisi energi di Asia Tenggara. Teknologi digital menyediakan kemampuan pemantauan jaringan secara real time, manajemen permintaan, integrasi sumber energi terbarukan, sumber daya energi terdesentralisasi, dan aset berbasis pelanggan.
Potensi analitik canggih, kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI), mesin pembelajar, dan teknologi digital-twin (replika digital dari obyek atau sistem fisik yang saling terhubung) juga dapat secara aktif dieksplorasi untuk membentuk kembali prediksi permintaan energi dan optimalisasi energi terbarukan.
Permintaan energi yang terus meningkat pesat di Asia Tenggara, serta peralihan ke arah pengelolaan lingkungan, membutuhkan jaringan listrik yang modern dan fleksibel, didukung oleh teknologi digital. Dengan ini, tidak heran jika makin banyak perusahaan digital yang melakukan diversifikasi atau bahkan banting setir ke sektor energi.
Transformasi digitalisasi Perusahaan tercatat di bursa efek indonesia energi baru dan terbarukan emiten digital emiten energi bursa saham transisi energi SDGs SDG07-Energi Bersih dan Terjangkau
Kerabat Kerja
Penulis:
Erika Kurnia
|
Editor:
Agnes Theodora
|
Penyelaras Bahasa:
Nur Adji




