Ruang Press - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mengintensifkan pengendalian hama wereng batang cokelat (WBC) dengan metode pengendalian hama terpadu (PHT) untuk menjaga produktivitas tanaman padi dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Upaya ini dilatarbelakangi oleh ancaman yang ditimbulkan oleh hama WBC, yang berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan. Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Liem Astuti, menyatakan bahwa gerakan pengendalian massal telah dilaksanakan sebagai respons cepat setelah pemantauan lapangan, khususnya di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel.
Antara 26 Februari hingga 3 Juli 2026, DP3 Sleman melaksanakan 26 kali gerakan pengendalian di beberapa titik di Kapanewon Tempel, termasuk Kalurahan Banyurejo, Tambakrejo, dan Sumberejo. Hasil evaluasi dari Unit Reaksi Cepat (URC) menunjukkan penurunan populasi WBC hingga 52 persen setelah pengendalian massal. Sebagai langkah antisipatif, gerakan pengendalian lanjutan dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di Banyurejo dan Sumberejo.
Liem mengingatkan pentingnya keseimbangan ekosistem dalam pengendalian WBC, dengan fokus pada pelestarian musuh alami seperti laba-laba dan kumbang koksi. Petani diimbau untuk menerapkan prinsip PHT dengan melakukan pengeringan sawah secara berkala dan membatasi penggunaan pestisida kimia. Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani, DP3 Sleman optimis dapat menjaga produktivitas padi secara berkelanjutan.