Diskusi AJI Makassar Soroti Tekanan Mental Jurnalis Perempuan dan Pentingnya Ruang Aman di Redaksi
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar mengadakan diskusi bertajuk "Di Balik Deadline: Bagaimana Kondisi Jurnalis Perempuan, Tekanan Mental, dan Ruang Aman di Redaksi". Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 21 April 2025, di Sekretariat AJI Makassar dan secara daring melalui Zoom, bertepatan dengan Hari Kartini.
Diskusi ini bertujuan untuk membuka ruang percakapan yang jujur dan reflektif mengenai tantangan yang dihadapi jurnalis perempuan, serta upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan suportif. Narasumber dalam diskusi ini adalah Sitti Annisa M Harussi, seorang psikolog klinis dan forensik, serta Shinta Maharani, Ketua Bidang Gender, Anak, dan Kelompok Marginal AJI Indonesia, yang dipandu oleh Siti Aminah, anggota AJI Makassar dan jurnalis Tribun Timur.
Pentingnya Ruang Inklusif bagi Jurnalis Perempuan
Shinta Maharani menjelaskan bahwa jurnalis perempuan sering menghadapi tekanan mental yang lebih berat dibandingkan rekan-rekan laki-laki mereka. Ia mengungkapkan contoh kasus seorang jurnalis perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual dan mengalami depresi berat tanpa dukungan yang memadai dari tempat kerjanya. Hal ini menyebabkan serangkaian masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, kesedihan, dan gangguan tidur.
Data dari AJI tahun 2022 menunjukkan bahwa 82 persen jurnalis perempuan mengalami kekerasan seksual. Di tahun 2025, tercatat 91 kasus kekerasan terhadap jurnalis, di mana 11 di antaranya adalah perempuan. Selain itu, survei dari International Federation of Journalists (IFJ) pada tahun 2018 mencatat bahwa 66 persen jurnalis perempuan mengalami serangan daring berbasis gender.
Tantangan dan Kewajiban Media
Shinta menekankan bahwa tidak semua ruang redaksi memiliki protokol pencegahan kekerasan seksual. Tanpa adanya jaminan tersebut, korban dapat kehilangan kekuatan untuk melapor. Ia menyebutkan bahwa kekerasan seksual merupakan masalah struktural yang harus ditangani oleh perusahaan media. AJI Indonesia mendorong media untuk menyediakan layanan konseling dan menyusun SOP pencegahan serta penanganan kekerasan seksual.
Pentingnya Kesehatan Mental
Sitti Annisa M Harussi, dalam pemaparannya, menekankan pentingnya kesehatan mental yang menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa stres merupakan kondisi wajar yang dialami manusia dan menekankan perlunya teknik pengelolaan stres, seperti grounding, untuk membantu individu mengatasi tekanan yang dihadapi.
Aktualisasi Diri dan Tantangan Sosial
Icha, sapaan akrabnya, juga menekankan pentingnya aktualisasi diri bagi jurnalis perempuan. Ia berpendapat bahwa jurnalis perempuan harus membuktikan kemampuan mereka dengan tenang, bukan dengan perlawanan. Setiap individu yang ingin menjalani hidup sesuai keinginannya harus siap menghadapi konsekuensi dari lingkungan sosial mereka.
Diskusi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan positif dalam lingkungan kerja jurnalis perempuan serta meningkatkan kesadaran publik mengenai tantangan dan tekanan yang mereka hadapi.




