Dishub Kukar Sediakan 10 Bus Sekolah untuk Akses Pendidikan Inklusif
Sumber Foto: KutaiRaya.com
Nasional

Dishub Kukar Sediakan 10 Bus Sekolah untuk Akses Pendidikan Inklusif

Ruang Press - Sekretaris Dishub Kukar Yudi Apidiantara saat Menyampaikan Pemaparan di Bappeda.(Foto : Andri Wahyudi/Kutairaya)

TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat dukungan terhadap sektor pendidikan melalui penyediaan transportasi pelajar yang aman, nyaman, dan inklusif.

Sekretaris Dishub Kabupaten Kukar, Yudi Apidiantara, menyampaikan ada sejumlah program yang telah dan sedang dijalankan untuk mendukung kelancaran akses pendidikan di Kukar.

Salah satunya adalah program Zona Selamat Sekolah (ZoSS).

Hingga saat ini, Dishub Kukar telah membangun sekitar 49 titik ZoSS di sejumlah sekolah.

Dan, jumlah tersebut direncanakan masih akan bertambah sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain itu, pembangunan rambu dan perlengkapan keselamatan di kawasan sekolah juga terus dilakukan, termasuk pemasangan rambu batas kecepatan dan marka jalan di beberapa titik strategis.

Program yang paling diminati masyarakat adalah penyediaan bus sekolah.

Saat ini Dishub Kukar telah mengoperasikan 9 unit bus sekolah, ditambah satu unit bantuan dari Kementerian Perhubungan yang diterima pada Desember lalu dengan kapasitas 19 penumpang.

“Total ada 10 unit bus sekolah. Namun karena keterbatasan anggaran operasional, tidak semuanya bisa berjalan maksimal setiap hari. Anggaran operasional per tahun sekitar Rp 1,2 miliar,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Dari jumlah tersebut, beberapa unit telah dihibahkan ke kecamatan untuk dikelola langsung oleh pemerintah desa.

Di Kecamatan Anggana, pengelolaan bus sekolah dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

Sedangkan Kecamatan Kota Bangun masih perlu tambahan dua unit bus berkapasitas 30 orang untuk memenuhi kebutuhan pelajar.

Dishub Kukar juga menghadirkan layanan angkutan khusus disabilitas.

Layanan ini mulai diadakan pada Desember lalu dan dirancang untuk memberikan kemudahan akses transportasi bagi pelajar berkebutuhan khusus.

Bahkan, Dishub telah berkoordinasi dengan Bupati agar layanan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk mendukung aktivitas sekolah luar biasa.

Selain penyediaan sarana transportasi, program pembentukan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas juga terus dilanjutkan setiap tahun.

"Program ini bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini kepada para pelajar," ujarnya.

Tak hanya transportasi darat, Dishub Kukar juga merencanakan pengembangan angkutan sungai untuk mendukung mobilitas pelajar di wilayah perairan, termasuk di Desa Kuala.

Program ini masih dalam tahap persiapan teknis.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kukar, Heriansyah, menegaskan koordinasi dan kolaborasi antar perangkat daerah sangat dibutuhkan dalam membangun pendidikan di Kukar.

Menurutnya, dengan luas wilayah Kutai Kartanegara yang cukup besar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Melalui kolaborasi lintas sektor, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun peningkatan sumber daya manusia, kita optimistis pendidikan di Kukar dapat terus berkembang,” ucapnya. (Dri)