Dishub DIY Usulkan Pengadaan Bus Sekolah untuk Wilayah Pinggiran
Lugas Subarkah
Kamis, 19 Februari 2026 - 15:57 WIB
Maya Herawati
Bus sekolah - Foto ilustrasi dibuat oleh AI - StocCake
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA —Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mengusulkan pengadaan bus sekolah ke Kementerian Perhubungan guna memperluas layanan transportasi pelajar di wilayah pinggiran yang belum terjangkau angkutan umum. Hal ini ditegaskan pemerintah daerah sebagai upaya mendukung mobilitas siswa SMA/SMK dan SLB tanpa mengganggu operasional Trans Jogja.
Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menjelaskan usulan bus sekolah tersebut difokuskan untuk kewenangan pendidikan tingkat provinsi, yakni SMA/SMK dan sekolah luar biasa (SLB). Program ini dirancang sebagai layanan transportasi khusus pelajar dengan rute berbeda dari jaringan Trans Jogja. “Yang tentunya ini tidak mengganggu jalur Trans Jogja,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Advertisement
Rute bus sekolah direncanakan lebih banyak melayani wilayah kabupaten yang belum terkover layanan Trans Jogja, mengingat wilayah perkotaan dinilai sudah memiliki kepadatan transportasi yang cukup tinggi. “Jadi mungkin akan banyak yang ada di luar ya, di kabupaten, karena di kota sudah cukup padat,” katanya.
Dishub DIY mengusulkan kebutuhan dua unit bus untuk setiap kabupaten dengan ukuran kendaraan lebih kecil dibanding bus Trans Jogja. Kapasitas bus yang direncanakan sekitar 19 penumpang sehingga lebih fleksibel menjangkau wilayah pinggiran.
BACA JUGA
Dana Desa Kulonprogo Turun Tajam, Program Kalurahan Terancam
197 Sekolah di Gunungkidul Direvitalisasi, Fokus Sarana Belajar
Guru SLB di Jogja Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Murid
“Bukan yang bus-bus besar ya, kapasitasnya lebih kecil untuk 19 orang,” paparnya.
Selain untuk transportasi sekolah harian, bus tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program Wajib Kunjung Museum bagi pelajar di DIY. Program tersebut merupakan kebijakan dari Dinas Kebudayaan DIY yang mewajibkan siswa mengunjungi museum sebagai bagian dari pendidikan budaya.
“Bus untuk memfasilitasi anak-anak karena memang pemerintah daerah mewajibkan anak-anak sekolah itu wajib kunjung museum,” ungkapnya.
Pelaksanaan teknis kegiatan kunjungan museum nantinya akan dikelola oleh Dinas Kebudayaan DIY, termasuk pengaturan penjemputan siswa. “Anak-anak nanti akan dijemput. Nanti ini Dinas Kebudayaan yang akan handle," kata dia.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan bahwa satu unit bus sekolah tidak hanya diperuntukkan bagi satu sekolah, melainkan dapat dimanfaatkan beberapa sekolah dalam satu wilayah dengan sistem perjalanan bolak-balik. Skema tersebut dinilai lebih efisien dalam pemanfaatan armada.
“Kita bicara, 'Oh, ini ada dekat di mana?', dia berhenti di situ bisa. Nanti kan dia bisa bolak-balik,” kata dia. Program bus sekolah wilayah pinggiran ini diharapkan mampu memperluas akses transportasi pendidikan sekaligus mendukung mobilitas kegiatan belajar siswa di DIY, terutama di daerah yang belum terjangkau layanan angkutan massal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tag: transportasi
Advertisement
Berita Terkait
Jadwal Bus Malioboro ke Obelix Sea View-Pantai Ndrini, 6 April 2026
Jadwal Terbaru Bus DAMRI Jogja-YIA, Minggu 5 April 2026
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Bus KSPN Jogja ke Parangtritis dan Baron, Tarif Mulai Rp12.000
Berita Lainnya
Advertisement
Berita Terbaru
Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
Jogjapolitan | 46 minutes ago
47 SMP dan 26 MTs di Bantul Siap Jalani TKA, Ini Skemanya
Jogjapolitan | 1 hour ago
Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
Jogjapolitan | 2 hours ago
DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
Jogjapolitan | 2 hours ago
Advertisement
Kemenhaj DIY: Persiapan Haji 2026 Sudah 100 Persen
Jogjapolitan | 2 hours ago
2 Kalurahan Sepakat Perbaiki Jalan Rusak Penghubung Gunungkidul-Bantul
Jogjapolitan | 3 hours ago
Harga Plastik di Kulonprogo Melonjak, Pedagang Keluhkan Stok
Jogjapolitan | 3 hours ago
BPS DIY Gelar Sensus Ekonomi 2026, UMKM hingga Digital Dipotret
Jogjapolitan | 3 hours ago
Marak Penipuan Online, DPRD DIY Godok Raperda Perlindungan Konsumen
Jogjapolitan | 4 hours ago
Advertisement
Kotabaru Bisa Jadi Pilihan Destinasi Wisata Edukasi Jejak Intelijen
Jogjapolitan | 5 hours ago
TKD Jadi Ladang Cuan, Peternak Bantul Kembangkan Usaha Domba
Jogjapolitan | 5 hours ago
DIY Dorong Pembangunan Inklusif, Difabel Jadi Subjek Utama
Jogjapolitan | 5 hours ago
Harga Plastik Melonjak, UMKM Sleman Dipaksa Ubah Strategi Jualan
Jogjapolitan | 6 hours ago
Razia Truk di Srandakan Bantul, Puluhan Pelanggar Terjaring
Jogjapolitan | 6 hours ago
Advertisement
Konsumsi Protein Digencarkan, Cegah Stunting di Gedongtengen Jogja
Jogjapolitan | 7 hours ago




