Diplomasi Meja Makan: Gaya Politik Joko Widodo yang Merangkul
Presiden Joko Widodo, yang akrab disapa Jokowi, memiliki gaya politik yang unik dan menarik perhatian banyak orang. Salah satu cara yang sering ia gunakan untuk merangkul lawan politik dan menyelesaikan permasalahan adalah melalui kegiatan makan bersama, yang dikenal dengan istilah 'Diplomasi Meja Makan'.
Sejarah Diplomasi Meja Makan
Konsep makan bersama ini sebenarnya sudah diterapkan Jokowi sejak masa jabatannya sebagai Wali Kota Solo. Ia terkenal mengundang berbagai paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk makan siang bersama. Sebagai contoh, Jokowi mengundang 11 paguyuban PKL di Taman Banjarsari, Solo, untuk makan bersama sebanyak 54 kali. Melalui pendekatan ini, Jokowi berhasil membujuk 989 PKL untuk pindah ke Pasar Klitikan tanpa menimbulkan bentrokan.
Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi juga memanfaatkan jamuan makan siang untuk menyelesaikan permasalahan warga. Salah satu contohnya adalah ketika ia mengundang warga Petukangan untuk makan di Rumah Makan Putra Minang guna menjelaskan pentingnya proyek jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2). Diplomasi meja makan ini juga digunakan untuk berdialog dengan warga mengenai pengerukan di Waduk Pluit.
Diplomasi Meja Makan di Istana Kepresidenan
Setelah menjadi Presiden pada tahun 2014, Jokowi terus menerapkan gaya diplomasi ini. Ia sering mengundang tokoh-tokoh politik, masyarakat, serta mantan presiden dan wakil presiden untuk makan siang di Istana Kepresidenan Jakarta.
Pertemuan dengan Prabowo dan Para Ketua Umum Partai
Salah satu momen penting adalah ketika Jokowi mengajak rivalnya, Prabowo Subianto, makan siang setelah Pilpres 2019. Pertemuan ini berlangsung akrab dan menarik perhatian publik, mengingat kompetisi sengit antara keduanya dalam pemilu tersebut.
Pada tahun 2022, Jokowi juga mengundang ketua umum partai politik koalisi pemerintah untuk makan siang di Istana, sebagai langkah penyambutan terhadap Partai Amanat Nasional (PAN) yang baru bergabung dalam koalisi. Momen ini menunjukkan upaya Jokowi untuk memperkuat hubungan dengan mitra politiknya.
Makan Siang Bersama Calon Presiden 2024
Terbaru, pada 30 Oktober 2023, Jokowi mengundang tiga calon presiden untuk makan siang di Istana: Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab, di mana ketiga calon presiden tersebut hadir mengenakan batik.
Usai pertemuan, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Jokowi atas jamuan makan siang tersebut, seraya mengakui bahwa kesempatan seperti itu jarang terjadi. Jokowi juga menekankan pentingnya menjaga suasana damai menjelang Pemilu 2024, serta mengajak para calon presiden untuk menghindari kampanye negatif dan fokus pada adu program serta gagasan.
"Saya mengajak untuk menjaga bersama-sama agar pemilu berjalan dengan damai, tidak ada saling fitnah memfitnah," ungkap Jokowi, menekankan harapannya agar Pemilu 2024 berjalan dengan baik dan berfokus pada visi dan misi yang konstruktif.




