Dewan Pers Soroti Ketidaksinkronan Sinyal Presiden Terhadap Kritik
Ruang Press - Anggota Dewan Pers Abdul Manan menilai bahwa pernyataan Presiden yang mengaku terbuka terhadap kritik belum sepenuhnya diterima publik dengan baik. Hal ini terlihat dari insiden pencabutan akses wartawan setelah pertanyaan mengenai program Makan Bergizi Gratis.
Awal Kejadian
Insiden pencabutan akses wartawan terjadi setelah seorang jurnalis mengajukan pertanyaan terkait program tersebut. Abdul Manan menyebutkan bahwa tindakan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik, apakah keputusan tersebut merupakan keinginan Presiden atau justru langkah aparat yang berusaha melindungi kepala negara.
Perkembangan
Abdul Manan juga menyatakan bahwa meskipun Presiden mengindikasikan keterbukaan terhadap kritik, sinyal yang diberikan sering kali tidak konsisten. Sementara itu, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko membantah anggapan bahwa pemerintah anti kritik, menegaskan bahwa Presiden merupakan sosok demokrat progresif. Tenaga Ahli Utama Bakom RI Kurnia Ramadhana menyatakan bahwa kritik seharusnya disampaikan secara logis, bukan hanya untuk menjatuhkan Presiden.
Kondisi Terakhir
Dosen UNJ Ubedilah Badrun menyatakan bahwa wacana mengenai impeachment merupakan bagian dari ruang konstitusional yang perlu diperdebatkan secara rasional. Ia juga mengkritik DPR yang dinilai kurang maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan.




