Dewan Pers Ingatkan Ancaman Chilling Effect Terhadap Narasumber
Sumber Foto: Vidio
Meja Pers

Dewan Pers Ingatkan Ancaman Chilling Effect Terhadap Narasumber

Ruang Press - Dewan Pers mengingatkan adanya ancaman chilling effect yang membuat sejumlah narasumber takut untuk berbicara. Hal ini menyusul laporan polisi terhadap tokoh-tokoh kritis seperti Saiful Mujani, Islah Bahrawi, dan Ubedilah Badrun.

Awal Kejadian

Beberapa tokoh yang dikenal kritis terhadap pemerintah dilaporkan ke pihak berwajib, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan media. Dewan Pers menilai bahwa ketakutan narasumber untuk menyampaikan pendapat dapat mengakibatkan hilangnya sumber informasi penting bagi media.

Perkembangan

Abdul Manan dari Dewan Pers berharap pemerintah dapat melihat pers sebagai pilar kontrol sosial, bukan hanya sebagai pendukung kekuasaan. Ia menangkap kesan bahwa pemerintah kurang senang dengan media yang bersikap kritis. Di sisi lain, Kurnia Ramadhana, Tenaga Ahli Utama Bakom RI, menanggapi dengan menyatakan bahwa pemerintah tidak anti kritik. Ia mengklaim bahwa kritik publik justru berkontribusi pada perbaikan program-program pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis.

Kondisi Terakhir

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, meminta Saiful Mujani untuk memberikan penjelasan terkait pernyataannya yang memicu polemik. Permintaan ini menunjukkan adanya respons dari pemerintah terhadap situasi yang tengah berkembang.