Dampak Konflik Kepengurusan Tenis Meja Indonesia terhadap Atlet
Konflik dalam kepengurusan Pengurus Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) semakin memanas tanpa ada solusi yang jelas. Saat ini, PTMSI terpecah menjadi tiga kubu berbeda, yaitu kubu Oegroseno, Lukman Eddy, dan Peter Layardilay. Ketegangan kembali meningkat ketika Oegroseno berencana melaporkan mantan Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia (KOI), Erick Thohir, ke pihak berwajib.
Rencana pelaporan ini muncul setelah Erick tidak memberangkatkan delapan atlet tenis meja ke SEA Games 2019 di Filipina. Oegroseno menuduh Erick melakukan penipuan terkait keputusan tersebut.
Mantan manajer tim tenis meja Indonesia pada Asian Games 2018, Sugeng Utomo, menyatakan bahwa konflik ini berdampak negatif pada pembinaan atlet. Sugeng menjelaskan bahwa situasi saat ini menyulitkan untuk menentukan tim mana yang akan mewakili Indonesia dalam ajang SEA Games 2019. Ia mengungkapkan, ketidakpastian ini bisa berujung pada keputusan untuk tidak mengirimkan atlet sama sekali, yang justru dapat memperburuk keadaan.
"Kita sudah kehilangan banyak kesempatan untuk berkompetisi, seperti event pelajar dan mahasiswa yang seharusnya menjadi bagian dari jenjang pembinaan atlet," kata Sugeng.
Sugeng juga menyoroti bahwa ketegangan ini semakin berlarut-larut karena masing-masing kubu merasa memiliki kekuatan sendiri. Salah satu kubu mengandalkan sumber daya finansial, sementara kubu lainnya lebih mengutamakan kekuasaan. Menurutnya, kondisi ini telah menyebabkan kemunduran yang signifikan dalam prestasi tenis meja Indonesia.
"Saat Asian Games, kami sudah melihat banyak masalah dalam persiapan, yang berdampak pada mental pemain," tambahnya.
Konflik ini juga berdampak pada pengurus provinsi yang terpecah dan klub-klub yang membawahi atlet ikut terpolarisasi. Meskipun visi untuk memajukan tenis meja tetap ada, banyak pihak yang kini tidak fokus pada tujuan tersebut. Namun, Sugeng menyatakan bahwa ada harapan untuk memulai kembali pembinaan atlet tenis meja di Indonesia, dengan dorongan dari senior-senior yang peduli terhadap perkembangan olahraga ini.




