Buka Puasa Lintas Iman, GKJW Sidoarjo Rayakan Toleransi dalam Keberagaman
Ruang Press - RRI.CO.ID, Sidoarjo – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai halaman Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Kombespol Duryat, Sidoarjo. Ratusan warga dari beragam latar belakang agama dan profesi duduk bersila di atas karpet gereja, menanti waktu berbuka puasa dalam kegiatan lintas iman bersama Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.
Jemaat gereja, komunitas Gusdurian, pengemudi ojek daring, hingga masyarakat umum berbaur tanpa sekat. Momentum Ramadan kali ini bukan sekadar agenda berbuka bersama, melainkan ruang merawat toleransi di tengah dinamika sosial dan politik bangsa.
Mengangkat tema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi”, Shinta mengajak masyarakat memaknai ibadah puasa sebagai refleksi sosial dan penguatan nilai kemanusiaan. “Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah latihan mengendalikan nafsu kekuasaan, nafsu marah, dan nafsu untuk saling meniadakan,” ujarnya di hadapan peserta, Jumat 27 2026.
Menurutnya, demokrasi akan tetap kokoh jika ditopang oleh kesabaran, empati, dan keadaban warga. Dalam situasi bangsa yang kerap diuji bencana dan polarisasi politik, masyarakat sipil memiliki peran penting menjaga ruang publik tetap sehat.
“Kalau kita bisa duduk bersama seperti ini, berbagi makanan dan doa, artinya Indonesia masih punya harapan,” tutur istri mendiang Presiden ke-4 RI tersebut.
Suasana semakin khidmat saat azan magrib berkumandang dari masjid tak jauh dari lokasi gereja. Lantunan azan disambut hening, kemudian peserta muslim serentak membatalkan puasa.
Jemaat GKJW turut membantu membagikan hidangan berbuka.
Rudi (35), pengemudi ojek daring yang hadir, mengaku terharu dapat berbuka puasa di lingkungan gereja.
“Saya merasa dihargai sebagai bagian dari bangsa ini. Tidak ada sekat. Semua duduk sama rata,” katanya.
Hal senada disampaikan Maria (42), jemaat GKJW. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa iman tidak menjadi penghalang untuk membangun kemanusiaan. “Kami belajar bahwa perbedaan tidak memisahkan, justru memperkuat kepedulian,” ujarnya.
Koordinator Gusdurian Sidoarjo, Febrian Aryani, menjelaskan kegiatan buka puasa lintas iman bersama Shinta Nuriyah rutin digelar di sejumlah daerah di Jawa Timur. Tahun ini, Sidoarjo dipercaya menjadi tuan rumah.
“Tidak semua daerah mendapat kesempatan. Antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan melebihi kapasitas gedung sekitar 800 orang,” kata Febrian.
Ia menambahkan, meski hujan deras mengguyur, peserta tetap berdatangan. Kegiatan lintas iman ini setiap tahun berpindah lokasi, mulai dari gereja hingga kelenteng, dengan tujuan merawat toleransi dan memperkuat solidaritas sosial.
Di tengah polarisasi yang kerap mengemuka, kebersamaan lintas iman di GKJW Sidoarjo menjadi penegas bahwa harmoni bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang hidup dari kesediaan untuk duduk bersama dan saling menghormati dalam keberagaman.




