Brigade Pangan Pati Tingkatkan Produktivitas Lahan di Jakenan dan Winong
Sumber Foto: mondes.co.id
Lifestyle

Brigade Pangan Pati Tingkatkan Produktivitas Lahan di Jakenan dan Winong

Foto: Pelatihan yang diberikan kepada Brigade Pangan Pati (Mondes/Singgih)

PATI – Mondes.co.id | Lahan non rawa seluas 200 hektare, menjadi titik optimalisasi lahan di Kabupaten Pati.

Lahan tersebut berada pada sejumlah desa di Kecamatan Jakenan dan Winong.

Baca Juga

1 tahun lalu Puluhan Botol Miras Diamankan Satpol PP dari Warung Remang-remang

2876 Vindi Agil

Wilayah Kecamatan Jakenan tersebar di Desa Sidomulyo seluas 35 hektare dan Sembaturagung seluas 50 hektare.

Kemudian, Kecamatan Winong terletak di Desa Serutsadang seluas 25 hektare, Pekalongan seluas 25 hektare, Blingijati seluas 35 hektare, dan Karangsumber seluas 35 hektare .

Brigade Pangan ini dalam rangka memaksimalkan Indeks Pertanian (IP) 1 menjadi IP 2.

Baca Juga

1 tahun lalu Ngabuburit Makin Asyik di Kampung Ramadan Karanglegi

652 Harold

Kemudian, memaksimalkan yang semula IP 2 menjadi IP 3.

Nantinya, lahan tersebut akan dikelola oleh Brigade Pangan, sebuah lembaga pertanian yang diisi oleh petani generasi milenial atas instruksi langsung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

“Optimalisasi lahan non rawa ini mengoptimalkan fungsi lahan tidur di Winong dan Jakenan. Optimalisasi lahan ini dikelola oleh Brigade Pangan,” ungkap Diana Kusumawati selaku Penyuluh Pendamping Brigade Pangan Kabupaten Pati, Rabu, 18 Februari 2026.

Sebagai informasi, Brigade Pangan bertugas mengelola lahan demi swasembada pangan di Kabupaten Pati.

Sehingga, dipilihlah 15 orang petani berusia 18-39 tahun untuk meneruskan tanggung jawab mengelola lahan non rawa pasca optimalisasi lahan.

“Pasca optimalisasi lahan memberikan kesempatan generasi muda terjun ke pertanian. Brigade Pangan ini suatu pasokan yang akan mengubah cara bertani konvensional untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang dikelola sebagai modern,” lanjut Diana.

Ada pemberian alat mesin pertanian (alsintan) yang menunjang pertanian secara modern.

BACA JUGA : HSN 2025, Kemenag Pati Tekankan Santri Rawat Tradisi dan Berinovasi

Serta, terdapat berbagai pelatihan mekanisasi pertanian kepada personel Brigade Pangan ini.

“Harapanya ini berhasil, sehingga adanya program Brigade Pangan tetap eksis, karena anak-anak muda perlu dikasih stimulan peralatan, seperti combine, drone. Dan perlu pelatihan literasi keuangan karena harus menghasilkan,” terangnya.

Manajemen kelembagaan Brigade Pangan juga perlu diberi stimulus untuk mewadahi wawasan pertanian bagi personelnya.

Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati turut terlibat memfasilitasi mereka dengan adanya berbagai pelatihan dan sarana-prasarana penunjang.

“Ini masih banyak yang sedang panen dengan memanfaatkan combine yang dipinjam dari dinas (Dispertan Kabupaten Pati). Setiap tiga bulan sekali ada evaluasi dari dinas. Semoga bisa berlanjut,” tuturnya.

Editor: Mila Candra

Post Views: 142

Singgih Tri

Pos lain oleh Singgih Tri

Pos terkait

Gadis Dibawah Umur di Trenggalek Dicekoki Miras, Digilir Tiga Pemuda Setan

3 tahun lalu

Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Ngaku Dibuntuti Mobil Mencurigakan

7 bulan lalu

Harga Beras Melejit, Ketua DPRD Minta Pasar Murah Semakin Masif

3 tahun lalu

Kegiatan Sosial Bakal Sambut HUT ke-3 DPC Linduaji Jolo Sutro Pati

3 tahun lalu

Penyuluh Agama Kristen Pati Refleksikan Renungan Kasih di Berbagai Instansi, Termasuk Sekolah dan Lapas

2 tahun lalu

Jalan Longsor Perbatasan Pakis-Purwokerto Dibenahi Tahun Depan

2 tahun lalu

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar *

Nama *

Email *

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.