Brigade Pangan Pati Modernisasi Pertanian Melalui Generasi Milenial
WARTAPHOTO.NET.PATI –Sebanyak 200 hektar lahan non-rawa di Kabupaten Pati kini menjadi fokus optimalisasi produktivitas. Lahan tersebut tersebar di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Jakenan dan Winong.
oogle
Baca Juga
Sungai Silugonggo meluap, Ratusan Rumah Warga Desa Doropayung Juwana Terendam Banjir
Secara rinci, lahan di Kecamatan Jakenan mencakup Desa Sidomulyo seluas 35 hektar dan Desa Sembaturagung seluas 50 hektar. Sementara di Kecamatan Winong, lahan tersebar di Desa Serutsadang (25 ha), Desa Pekalongan (25 ha), Desa Blingijati (35 ha), dan Desa Karangsumber (35 ha).
Program Brigade Pangan ini bertujuan meningkatkan Indeks Pertanian (IP) secara signifikan, yakni mendorong lahan yang awalnya berstatus IP 1 menjadi IP 2, serta memaksimalkan IP 2 menjadi IP 3.
Nantinya, lahan tersebut akan dikelola sepenuhnya oleh Brigade Pangan, sebuah lembaga pertanian yang diisi oleh petani generasi milenial atas instruksi langsung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).
Baca Juga
PWI Pati Terima Penghargaan Best Commitment KSH Award 2023
”Optimalisasi lahan non-rawa ini bertujuan mengaktifkan kembali lahan-lahan tidur di Winong dan Jakenan. Seluruh pengelolaannya dipercayakan kepada Brigade Pangan,” ungkap Diana Kusumawati, Penyuluh Pendamping Brigade Pangan Kabupaten Pati, Rabu (18/2/2026).
Setelah tahap optimalisasi lahan selesai, Brigade Pangan bertugas menjaga keberlanjutan produksi demi mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Pati. Program ini melibatkan 15 petani muda berusia 18 hingga 39 tahun yang diharapkan mampu mengubah wajah pertanian daerah.
”Program ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terjun langsung. Brigade Pangan menjadi motor penggerak untuk mengubah cara bertani konvensional menjadi lebih modern,” tambah Diana.
Dukungan teknologi juga diberikan dalam bentuk alat mesin pertanian (alsintan) modern serta berbagai pelatihan mekanisasi bagi para personel.
”Harapannya program ini sukses dan terus eksis. Anak muda perlu diberi stimulan teknologi seperti combine harvester dan drone. Selain itu, mereka juga dibekali pelatihan literasi keuangan agar usaha tani ini benar-benar menghasilkan keuntungan,” jelas dia.
Dari sisi manajemen, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati turut memfasilitasi kebutuhan sarana prasarana serta evaluasi berkala.
”Saat ini banyak yang sedang panen dengan memanfaatkan combine pinjaman dari dinas. Setiap tiga bulan sekali ada evaluasi dari Dispertan. Semoga langkah ini terus berlanjut,” tandas dia.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad
Post Views: 224




