Bank Indonesia: Rupiah Terlalu Lemah dan Undervalued

Editor Indonesia, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tren pelemahan. Namun, Bank Indonesia (BI) menilai pergerakan tersebut sudah terlalu lemah alias undervalued dan tidak mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang sebenarnya.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa rupiah pada perdagangan terakhir ditutup di level Rp16.880 per dolar AS. Posisi tersebut melemah sekitar 0,65 persen dibandingkan akhir Januari 2026.
Pelemahan Rupiah Dipicu Ketidakpastian Global
Dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Februari, Kamis (19/2/2026), Perry menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar keuangan global. Di saat yang sama, permintaan valuta asing (valas) dari korporasi meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi domestik.
Menurutnya, kombinasi faktor eksternal dan kebutuhan valas korporasi tersebut menjadi pemicu utama pelemahan nilai tukar dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, BI menilai pelemahan rupiah saat ini sudah tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia. Perry menegaskan bahwa posisi rupiah telah berada di bawah nilai wajarnya.
Rupiah Dinilai Undervalued
Perry menyebut rupiah saat ini sudah kelewat “murah” dibandingkan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid. Salah satu indikatornya adalah konsistensi dalam menjaga inflasi di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Artinya, stabilitas harga domestik masih terjaga dengan baik, sehingga secara fundamental tidak ada alasan kuat bagi rupiah untuk berada pada level yang terlalu tertekan.
“Rupiah sudah undervalued dibandingkan fundamental perekonomian Indonesia,” tegasnya.
Meskipun demikian Perry optimis nilai tukar rupiah akan bergerak lebih stabil dengan kecenderungan menguat. Proyeksi ini didukung oleh langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan otoritas moneter di berbagai pasar, termasuk intervensi di pasar valas dan penguatan bauran kebijakan. (Did)
Tag: bank indonesia perry warjiyo rupiah melemah rupiah undervalued

Mudik Gratis Pemkab Tangerang 2026 Dibuka 25 Februari, Kuota 2.800 Orang ke Jawa dan Sumatra
Pos Terkait
Ekonomi
Kementerian UMKM Genjot Promosi Produk Lokal di ASEAN Plus Cadet Sail 2026 Belawan
Ekonomi
DJP Catat 10,85 Juta SPT Masuk, Tenggat Diperpanjang-Denda Dihapus Sementara
Ekonomi
Kopdes Merah Putih Dikritik: Skema Pembiayaan Picu Beban Fiskal dan Moral Hazard
Ekonomi
Ekonomi Syariah Belum Ngebut, Menkop Andalkan Koperasi sebagai Game Changer
Ekonomi
AMREI Dorong Penguatan Risk Culture Energi, Antisipasi Krisis dan Jaga Stabilitas Pembangunan
Ekonomi
Subsidi KUR Rp56 Triliun Disorot, Suroto: Berpotensi Jadi “Perputaran Fiskal Semu”




