Bakrie Sawit Unggul Tingkatkan Produktivitas Bibit Sawit hingga 40 Ton/Ha
Sumber Foto: Kantor Berita Sawit
Lifestyle

Bakrie Sawit Unggul Tingkatkan Produktivitas Bibit Sawit hingga 40 Ton/Ha

Share

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan kebutuhan benih unggul mendorong produsen bibit memperkuat inovasi genetik. PT Bakrie Sawit Unggul (BSU) sebagai salah satu produsen benih sawit yang memiliki varietas berproduktivitas tinggi dengan dukungan material genetik terbaik.

Seed Sales & Marketing Head PT Bakrie Sawit Unggul, Budi Setiawan Nasution, menjelaskan tonggak penting perusahaan dimulai dari penandatanganan nota kesepahaman antara Bakrie dan ASD Costa Rica pada 2005. Kerja sama tersebut menjadi fondasi pengembangan benih hingga transformasi entitas menjadi PT Bakrie Sawit Unggul pada 2025.

“Material genetik kami berasal dari ASD Costa Rica. Varietas yang kami kembangkan antara lain DxP Themba, DxP Spring, Themba MRGANO, Spring MRGANO, serta varietas baru Tanza MRGANO dan Compact MRGANO hasil uji multilokasi,” ujar dia dalam paparannya di Webinar Benih Sawit Week “Mengenal Varietas Unggul dan Tata Cara Pemesanan Benih PT Bakrie Sawit Unggul”, Kamis (19 Februari 2026).

Budi menegaskan, produksi benih sawit tidak instan. Prosesnya diawali program pemuliaan selama 10 -15 tahun untuk mendapatkan kombinasi genetik unggul. Setelah itu, perusahaan menetapkan kebun sumber benih (seed garden), melakukan persilangan induk betina Dura dengan Pisifera sebagai sumber serbuk sari terpilih.

Benih hasil persilangan kemudian melalui tahapan pengolahan, perkecambahan, seleksi ketat, pengemasan, hingga sertifikasi mutu fisik dan genetik sebelum dipasarkan.

“Kami tidak mendeteksi jantan atau betina, tetapi fokus pada seleksi bibit normal dan abnormal. Seleksi harus ketat. Bibit abnormal sebaiknya dimusnahkan agar kebun bisa berproduksi optimal,” katanya.

Varietas MRGANO, misalnya, disebut mampu berbunga hingga 98% dengan tingkat abnormal hanya 1-2% jika proses pembibitan dijalankan secara disiplin.

Produktivitas dan Analisis Usaha

Dari sisi performa, varietas unggulan BSU diklaim moderat resisten terhadap penyakit dan memiliki produktivitas lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Pada fase tanaman menghasilkan (TM) 3, produksi dapat mencapai 32,4 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun dengan estimasi pendapatan sekitar Rp51,84 juta per tahun. Di TM 5, produksi meningkat menjadi 34,2 ton per hektare per tahun dengan estimasi pendapatan Rp61,56 juta per tahun.

1 2

Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email Telegram

Previous Article Jumlah Badan Usaha Biodiesel Bertambah

Next Article GIMNI Usul MinyaKita Jadi Bantuan Tertutup

Berita Terkait

Awas Pelepah Sengkleh! Ancaman Senyap di Balik Panen Raya Sawit

Profil Produk

Memahami Cara Kerja IAS-PAT L1M untuk Monitoring Kualitas Minyak Sawit

Profil Produk

Benih Topaz Pilihan Terbaik untuk Produktivitas Tinggi

Profil Produk

Mitra Sukses Agrindo Tawarkan Solusi Hayati Kendalikan Ganoderma

Profil Produk

Traktor Tenaga Besar: Transformasi Mekanisasi di Perkebunan Sawit

Profil Produk

Kendaraan Kerja Kian Diminati, VIAR Bidik Efisiensi Operasional di Perkebunan Sawit

Profil Produk

Angkong Pentawin Optimalkan Transport Panen Sawit, Tahan Beban hingga 200 Kg

Profil Produk

Pascal Biotech Dorong Produktivitas Sawit Melalui Solusi Biotek Melawan Ganoderma

Profil Produk

Erreppi Tawarkan Mekanisasi Sawit yang Hemat Energi, Ramah lingkungan & Mengurangi Kepadatan Tanah

Profil Produk

Comments are closed.