Ruang Press - Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) melaksanakan audiensi dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan. Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan mahasiswa dalam mendorong pembangunan pertanian modern dan berkelanjutan melalui pendidikan tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, POPMASEPI menekankan pentingnya penguatan pendidikan tinggi sebagai fondasi dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menjawab tantangan pembangunan pertanian nasional.
POPMASEPI juga mengungkapkan rencana pelaksanaan Sekolah Advokasi Mahasiswa Pertanian Indonesia 2026. Program kaderisasi nasional ini dirancang untuk menghimpun mahasiswa pertanian dari berbagai daerah di Indonesia guna memperkuat kapasitas advokasi kebijakan, kepemimpinan, dan analisis isu-isu strategis di sektor pertanian. Mohammad Bifa Agusryyanto, yang diamanahkan sebagai Master of Training (MOT) Sekolah Advokasi, menegaskan bahwa program ini bertujuan melahirkan pemimpin perubahan di kalangan mahasiswa pertanian.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk kolaborasi yang lebih erat antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan POPMASEPI. Hal ini bertujuan untuk mendukung penguatan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian, serta pengembangan kaderisasi nasional bagi mahasiswa pertanian Indonesia. POPMASEPI berkomitmen untuk menghubungkan gagasan akademik dengan aksi nyata demi kemajuan pertanian Indonesia.