Atlet Tenis Meja Indonesia Masuk 100 Besar Peringkat ITTF
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Indonesia Pingpong League (IPL), Yon Mardiono, mengumumkan bahwa atlet tenis meja Indonesia, Muhammad Naufal Junindra Irawan, berhasil menembus 100 besar peringkat dunia yang dikeluarkan oleh International Table Tennis Federation (ITTF). Naufal kini menempati posisi ke-86 dalam kategori Youth (U-19).
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026, Yon menyatakan bahwa pencapaian ini adalah impian yang telah lama ditunggu sejak IPL didirikan dua tahun lalu. Dia menegaskan komitmen IPL untuk memberikan dukungan kepada atlet demi meraih prestasi yang membanggakan bangsa dan negara.
“Di ajang World Table Tennis (WTT) Youth Smash Singapore 2026 pada bulan Februari lalu, Naufal berhasil mengalahkan lawan-lawan yang memiliki peringkat tinggi, termasuk atlet peringkat sembilan dan 28 dunia, sehingga ia dapat melangkah ke babak 16 besar,” jelas Yon.
Lebih lanjut, Yon menekankan bahwa IPL berfokus untuk mengejar ketertinggalan dalam pengembangan atlet dan keikutsertaan Indonesia di kancah internasional. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan prestasi, meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi,” ujarnya.
Melalui pendekatan berbasis kompetisi, IPL optimis bahwa akan muncul lebih banyak atlet tenis meja yang berpotensi bersinar di masa depan. Selain Naufal, ada juga atlet muda lainnya, Michael Hartono, yang kini menempati peringkat 107 dunia untuk kategori Youth (U-15).
Yon menegaskan bahwa atlet Indonesia memiliki potensi besar untuk meraih medali pada berbagai ajang internasional. Untuk itu, IPL akan terus mendorong peningkatan kemampuan atlet dari segi teknik dan fisik.
Muhammad Naufal Junindra Irawan, yang kini berusia 18 tahun, sebelumnya telah meraih sejumlah prestasi, termasuk juara di WTT Youth Contender Dubai pada Oktober 2025 dan medali perunggu di SEA Games 2025 di Thailand pada bulan Desember.
Indonesia Pingpong League (IPL) merupakan liga tenis meja profesional di Indonesia yang berfokus pada pengembangan atlet melalui kompetisi terstruktur, mulai dari tingkat zona hingga kualifikasi global. Organisasi ini adalah satu-satunya yang diakui oleh International Table Tennis Federation (ITTF) di Indonesia.




