AS Ancaman Tinggalkan IEA Jika Fokus Iklim Tak Dikurangi
Sumber Foto: Mureks
Hukum

AS Ancaman Tinggalkan IEA Jika Fokus Iklim Tak Dikurangi

Amerika Serikat (AS) kembali melayangkan ancaman untuk keluar dari Badan Energi Internasional (IEA), kecuali organisasi tersebut bersedia mengurangi fokusnya pada advokasi iklim dan kembali memprioritaskan keamanan energi. Ancaman ini disampaikan oleh Menteri Energi AS Chris Wright pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat, menjelang pertemuan menteri IEA yang dijadwalkan dibuka pada Rabu (18/2/2026).

Fakta Cepat

Amerika Serikat mengancam akan menarik diri dari keanggotaan Badan Energi Internasional (IEA).

Ancaman ini dipicu oleh pandangan AS bahwa IEA terlalu fokus pada agenda perubahan iklim.

Menteri Energi AS mendesak IEA untuk kembali memprioritaskan keamanan pasokan energi global.

Potensi penarikan diri AS dari IEA dikaitkan dengan tenggat waktu Februari 2026.

AS menginginkan IEA menyeimbangkan advokasi iklim dengan kebutuhan stabilitas energi.

“Kami jelas tidak puas,” tegas Wright, sebagaimana dihimpun Mureks dari laporan Bloomberg News. Ia menambahkan bahwa IEA “harus menyelesaikan reformasi agar AS tetap menjadi anggota jangka panjang.”

Badan yang bermarkas di Paris ini, yang awalnya didirikan sebagai respons terhadap krisis minyak pada era 1970-an, belakangan menghadapi kritik tajam. Kritik tersebut utamanya muncul karena publikasi perkiraan jangka panjang IEA yang mulai memperhitungkan kebijakan pemerintah yang lebih aktif dalam transisi dari bahan bakar fosil.

Pergeseran fokus IEA ke isu iklim dinilai AS mengabaikan mandat utamanya dalam menjaga keamanan pasokan energi global. Washington berpendapat bahwa IEA harus kembali ke akar misinya, yakni memastikan stabilitas pasar energi dan pasokan yang memadai, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global.