Arab Saudi Resmi Integrasikan Pembelajaran E-Sports ke Dalam Kurikulum Sekolah
JAKARTA – Arab Saudi resmi merombak lanskap pendidikan tradisional mereka dengan keputusan yang berani dan belum pernah terjadi sebelumnya: memasukkan permainan elektronik (electronic gaming) ke dalam kurikulum inti sekolah di seluruh jenjang pendidikan.
Langkah ini bukan sekadar melegalkan hobi bermain siswa, melainkan sebuah strategi nasional terukur untuk mencetak talenta digital yang siap bersaing di industri masa depan.
Dikutip dari Times of India (11/2), transformasi dikukuhkan melalui penandatanganan tiga nota kesepahaman strategis antara Kementerian Pendidikan dengan Savvy Games Group, raksasa gaming milik negara yang didukung penuh oleh dana kekayaan kedaulatan, Public Investment Fund (PIF).
Kerjasama ini memberikan mandat kepada National Curriculum Center untuk menanamkan keterampilan dan pengetahuan terkait game langsung ke dalam silabus akademik, serta mengembangkan kompetisi gaming tingkat nasional.
Pejabat pendidikan Saudi menekankan bahwa inisiatif tersebut bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan konvensional dan tuntutan keterampilan abad ke-21.
Mengacu pada riset global dan keberhasilan model serupa di Jepang serta sekolah-sekolah di Amerika Serikat, kurikulum berbasis game ini dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir sistematis, pemecahan masalah yang kompleks, serta kolaborasi tim.
Materi ajar akan mencakup spektrum luas, mulai dari literasi digital dan dasar-dasar ilmu komputer (computer science), hingga ekspresi kreatif melalui desain interaktif.
Lebih jauh, kebijakan tersebut merupakan bagian integral dari visi diversifikasi ekonomi Kerajaan untuk mengurangi ketergantungan pada minyak.
Dengan memformalkan pendidikan gaming, pemerintah menargetkan penciptaan jalur karier profesional baru di bidang pengembangan game (game development), desain, manajemen esports, media digital, hingga keamanan siber (cybersecurity).
Dukungan ini juga mencakup penyediaan jalur beasiswa dan vokasi, seperti program Wa’ed, bagi talenta lokal yang potensial.
Saat ini, kementerian tengah memasuki fase implementasi awal yang meliputi pembangunan infrastruktur fisik seperti laboratorium gaming dan pusat inovasi di institusi teknis.
Fokus utama juga diarahkan pada peningkatan keterampilan (upskilling) para pendidik dan pelaksanaan program percontohan (pilot programs) untuk memastikan integrasi materi baru ini berjalan harmonis dengan standar akademik inti yang sudah ada. (SF)




