Airlangga: Potensi AI Dorong Ekonomi Indonesia Hingga USD 2 Triliun
Ekonomi

Airlangga: Potensi AI Dorong Ekonomi Indonesia Hingga USD 2 Triliun

Ruang Press - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dapat mendorong nilai ekonomi Indonesia hingga mencapai USD 2 triliun.

Awal Kejadian

Pernyataan ini disampaikan setelah Indonesia menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah organisasi kerja sama internasional di bidang AI yang diinisiasi oleh China bersama 28 negara lainnya.

Perkembangan

Airlangga menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan Indonesia berperan aktif dalam membangun tata kelola AI yang inklusif, aman, dan beretika. Dia menambahkan bahwa AI memiliki potensi untuk menyumbang pendapatan bagi Indonesia, dengan proyeksi nilai ekonomi mencapai USD 400 miliar pada tahun 2030 melalui business as usual. Namun, dengan diimplementasikannya kerangka ekonomi digital, nilai tersebut dapat meningkat menjadi USD 2 triliun.

Kondisi Terakhir

Airlangga juga mengungkapkan bahwa salah satu implementasi transformasi digital di Indonesia sudah terlihat melalui sistem pembayaran QRIS, yang kini dapat digunakan di beberapa negara ASEAN, Korea Selatan, dan Jepang. Dia menambahkan bahwa status Indonesia sebagai negara pendiri WAICO memberikan keuntungan strategis karena pemerintah dapat terlibat dalam pembahasan awal mengenai pengembangan AI di tingkat global. Airlangga menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di WAICO tidak menunjukkan keberpihakan kepada China, melainkan mencerminkan strategi kerja sama yang bersifat multisource.

You can share this post!