AIIB Dukung Modernisasi Rumah Sakit untuk Tingkatkan Kesehatan Anak dan Produktivitas
Sumber Foto: Balipuspanews.com
Lifestyle

AIIB Dukung Modernisasi Rumah Sakit untuk Tingkatkan Kesehatan Anak dan Produktivitas

Kesehatan

- Advertisement -

- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Proyek integrasi dan modernisasi Rumah Sakit 3 Berlian terdiri dari RSAB Harapan Kita, RS Kanker Dharmais (RSKD), dan RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita yang dibantu oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), adalah bentuk investasi manusia guna menyehatkan anak-anak dan meningkatkan produktivitas.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan dari perspektifnya investasi terbaik yang bisa di lakukan untuk mendapatkan return terbaik adalah dengan berinvestasi pada manusia. Dan berinvestasi pada manusia berarti Anda perlu berinvestasi pada infrastruktur pendidikan dan kesehatan.

“Anak-anak yang dirawat di ketiga RS ini memiliki beragam penyakit, dan sebagian penyakit itu bersifat kronis. Ada yang punya Down Syndrome, leukemia, diabetes tipe 1, dan kesemuanya sering ditemukan pada anak-anak Indonesia,” kata Menkes, Kamis (26/2).

“Jika mereka tidak bisa hidup sehat, maka produktivitas mereka, PDB yang mereka produksi di masa depan, akan turun drastis. Oleh karena itu saya sangat yakin, Nyonya Zou, jika kita berinvestasi pada manusia, jika kita berinvestasi pada pendidikan dan kesehatan masyarakat kita, itu memungkinkan negara manapun mendapatkan pengembalian investasi terbesar,” kata Menkes.

Menkes Budi menjelaskan, AIIB berinvestasi pada proyek tersebut tak hanya untuk infrastruktur dan peralatan medis saja, melainkan juga melatih sumber daya manusianya agar mampu mengoperasikan teknologi yang dipasang.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan bahwa proyek ini bermaksud merancang ulang guna membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi, agar pelayanan dari ketiga RS tersebut lebih menyeluruh dan holistik, sehingga kebutuhan yang kompleks para pasien dapat terpenuhi. Menurutnya, hal ini sesuai dengan agenda transformasi kesehatan Indonesia.

“Pertama, mengurangi kematian bayi dan ibu. Kedua, mengurangi orang Indonesia ke luar negeri untuk mencari pengobatan lebih lanjut. Ketiga, memastikan spesialis berkualitas tinggi tersedia di dalam negeri. Terakhir, menutup kesenjangan (layanan) kesehatan antardaerah,” ungkapnya.

Presiden sekaligus Ketua Dewan Direktur Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Zou Jiayi menyebutkan, melalui proyek ini, pihaknya dapat membantu para pasien cilik dan keluarganya mendapatkan perawatan-perawatan yang sebelumnya tidak tersedia di Indonesia.

“Dengan memodernisasi fasilitas-fasilitas, mengupgrade alat-alat, dan memperkuat peningkatan kapasitas, kita dapat membantu pasien-pasien di penjuru negeri ini melalui diagnosis dini, layanan yang lebih baik, dan akses setara ke layanan medis,” kata Zou.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Tags

Budi Gunadi Sadikin

Kemenkes

Ketua Dewan Direktur AIIB

Zou Jiayi

Bagikan

Berita Sebelumnya

Imunisasi Campak-Rubella Langkah Efektif Cegah Penularan Campak

Berita Selanjutnya

KWP Gelar Santunan Anak Yatim Piatu, Herman Khaeron: Wujud Peran Media untuk Negara di Bulan Ramadan

RELATED ARTICLES

Kesehatan

BIMC Siloam Nusa Dua Perkuat Kepercayaan Wisatawan Internasional Terhadap Layanan Kesehatan di Bali

Kesehatan

Kementerian Kesehatan Resmikan Kebijakan Pencantuman Label Gizi

Kesehatan

Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak Tenaga Kesehatan

ADS