Ruang Press - Direktur Pemberitaan Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU), Indra Singh, menekankan pentingnya kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di ruang redaksi untuk menjaga kepercayaan publik. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 23 Juli 2026.
Indra Singh mengungkapkan bahwa industri penyiaran perlu menemukan keseimbangan dalam memanfaatkan AI, dengan tujuan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa penggunaan AI harus dilakukan dengan tanggung jawab, di mana jurnalis perlu memanfaatkan teknologi ini tanpa mengabaikan peran manusia dalam proses jurnalistik. Indra juga mengingatkan bahwa penggunaan AI yang tidak tepat dapat menghasilkan informasi yang keliru dan berpotensi merusak reputasi media, seperti dalam kasus manipulasi konten menggunakan teknik deepfake. Menurutnya, kepercayaan publik adalah aset utama media, sehingga setiap ruang redaksi perlu memiliki pedoman yang jelas tentang batasan penggunaan AI untuk menjaga kualitas pemberitaan.
ABU telah menyusun kebijakan internal mengenai penggunaan AI dan memfasilitasi lebih dari 220 anggota untuk berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam penerapan AI di industri penyiaran. Achmad Iqbal Taufiq, Analis Hukum Ahli Muda DJKI, Kemenkum RI, menambahkan bahwa kemajuan AI adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, sehingga diperlukan kesamaan persepsi dan kerja sama lintas sektor untuk memastikan bahwa penggunaannya tetap berorientasi pada manusia.