5 Manfaat Sahur untuk Daya Tahan dan Produktivitas Selama Ramadhan
Sumber Foto: Jawa Pos
Lifestyle

5 Manfaat Sahur untuk Daya Tahan dan Produktivitas Selama Ramadhan

JawaPos.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan suci dalam kalender Hijriah ketika umat Islam menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah sahur, yaitu makan pada waktu dini hari sebelum subuh.

Selain bernilai ibadah, sahur juga memiliki berbagai manfaat penting bagi kesehatan tubuh selama menjalankan puasa.

Berikut 5 manfaat sahur dalam menunjang produktivitas dan daya tahan tubuh selama Ramadhan, seperti dilansir dari laman Deenin pada Minggu (22/2).

Menjaga Ketersediaan Energi Sepanjang Hari

Sahur membantu tubuh memperoleh asupan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas selama berpuasa. Nutrisi yang dikonsumsi saat sahur menjadi sumber tenaga utama hingga waktu berbuka tiba. Tanpa sahur, tubuh lebih cepat mengalami kelelahan karena kekurangan cadangan energi.

Menstabilkan Kadar Gula Darah

Mengonsumsi makanan bergizi saat sahur membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Karbohidrat kompleks dan protein dapat memperlambat proses pencernaan sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Kondisi ini mencegah tubuh mengalami lemas, pusing, atau penurunan energi secara mendadak.

Mencegah Dehidrasi

Sahur menjadi waktu penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebelum berpuasa. Asupan air yang cukup membantu menjaga keseimbangan cairan selama tidak minum seharian. Dengan demikian, risiko dehidrasi dapat diminimalkan, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat.

Mendukung Kinerja Metabolisme

Makan sahur membantu mengaktifkan sistem metabolisme sejak dini hari. Proses metabolisme yang berjalan baik memungkinkan tubuh mengelola energi secara lebih efisien. Hal ini membantu tubuh tidak bergantung sepenuhnya pada sisa asupan makanan saat berbuka sebelumnya.

Asupan nutrisi yang cukup saat sahur berperan dalam menjaga kejernihan mental. Tubuh yang memperoleh energi memadai cenderung lebih fokus dalam bekerja, belajar, maupun menjalankan aktivitas harian. Dengan kondisi fisik yang stabil, produktivitas selama berpuasa dapat tetap terjaga.