Semarak Toleransi dan Kebersamaan di Lapak Takjil Ramadan Manggarai
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Semarak Toleransi dan Kebersamaan di Lapak Takjil Ramadan Manggarai

RRI.CO.ID, Manggarai – Deretan lapak takjil di sekitar Masjid Jihadul Ukro, Ruteng, dipenuhi aneka jajanan khas Ramadan setiap sore sejak hari pertama hingga hari kedua bulan puasa. Kolak manis, kue hangat, hingga minuman segar tersaji menggoda, menebar senyum dan canda di antara para pengunjung yang mulai memadati lokasi menjelang waktu berbuka.

Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Manggarai berlangsung semarak. Warga lintas usia hilir mudik memenuhi setiap sudut lapak, hanyut dalam “perang” kecil berburu takjil yang dibalut tawa para pengunjung. Aroma manis kolak, gurih gorengan, dan segarnya minuman menyelimuti udara sore, sementara para pedagang tampak sabar melayani pembeli sejak lapak mulai dibuka sekitar pukul 14.00 Wita.

Di balik keramaian itu, semangat toleransi tampak kuat, tak hanya warga muslim, masyarakat nonmuslim pun antusias mendatangi lapak-lapak takjil pada hari pertama dan kedua Ramadan. Tradisi berburu jajanan sore pun menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan warga dari berbagai latar belakang, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di sekitar masjid.

Salah seorang pengunjung nonmuslim, Elis Tulis, kepada RRI mengaku sengaja datang karena beragam makanan dan minuman yang dijajakan hanya hadir setahun sekali selama Ramadan. Menurutnya, jajanan tersebut memiliki cita rasa khas yang jarang ditemui pada hari-hari biasa."kuenya sangat enak dan jarang ditemui kalau hari - hari biasa" kata Elis.

Momentum Ramadan ini juga membawa berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM. Maya Cahaya, salah satu penjual nonmuslim, memanfaatkan suasana Ramadan untuk menjajakan aneka kue hasil produksi sendiri, seperti roti, kue keju, labu kuning, serta berbagai penganan lainnya. Ia mengaku kehadiran lapak takjil cukup membantu meningkatkan perekonomian keluarga. “Semoga puasanya lancar dan bisa menyambut hari kemenangan dengan penuh sukacita,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nova, pelaku UMKM binaan Yayasan Baiturrahman Ruteng. Menurutnya, aktivitas jual beli takjil saat bulan Ramadan sangat membantu perekonomian pelaku UMKM, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. “Alhamdulillah, sejauh ini cukup membantu untuk ekonomi,” ujarnya.

Tradisi berburu takjil dan berbuka puasa bersama ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga terus memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai antarumat beragama di Kabupaten Manggarai, sekaligus membuka ruang tumbuh bagi pelaku UMKM lokal lintas komunitas.