Ruang Press - Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik dibahas dalam kegiatan Fellowship Batch III Tahun 2026. Materi tersebut disampaikan oleh Media dan Practitioner, Merdi Sofansyah, yang mengangkat tema "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)".
Merdi Sofansyah menjelaskan bahwa kehadiran AI telah membawa perubahan besar dalam industri media dan ruang redaksi. Teknologi ini berpotensi mengakselerasi serta meningkatkan efisiensi pekerjaan jurnalistik.
Merdi menyatakan bahwa perkembangan AI berlangsung sangat cepat, dengan salah satu platform AI mencapai satu miliar pengguna dalam waktu sekitar 3,5 tahun. Ia menilai AI dapat berfungsi sebagai alat bantu efektif dalam mendukung tugas jurnalistik, terutama dalam riset dan pengumpulan informasi awal. Selain itu, AI juga dapat berperan sebagai mitra diskusi dalam menyusun ide liputan.
Namun, Merdi menegaskan bahwa aspek-aspek penting dalam praktik jurnalistik tidak dapat digantikan oleh AI. Jurnalis tetap memegang kendali dalam menentukan sudut pandang, memilih dan menguji kredibilitas narasumber, serta melakukan verifikasi data di lapangan.
Merdi menekankan bahwa penggunaan AI dalam media harus melampaui konsep Human in the Loop, di mana manusia mengawasi kerja mesin. Jurnalisme memerlukan konsep Human in Command, yang memastikan manusia sebagai pengambil keputusan akhir dalam seluruh proses dan produk jurnalistik. Ia menegaskan, "Jurnalis bukan sekadar pengawas teknologi. Dalam jurnalisme, manusia harus menjadi penentu akhir." Melalui pemanfaatan yang tepat, AI diharapkan dapat mendukung kerja jurnalistik yang lebih cepat, efektif, dan berkualitas tanpa mengesampingkan etika serta tanggung jawab profesi.