Masjid Negara IKN Diharapkan Jadi Simbol Toleransi Antarumat Beragama
Sumber Foto: TIMES Indonesia
Sosial

Masjid Negara IKN Diharapkan Jadi Simbol Toleransi Antarumat Beragama

JAKARTA – Menteri Agama RI (Menag RI) Nasaruddin Umar mengatakan Masjid Negara IKN (Ibu Kota Nusantara) harus menjadi mercusuar toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Menurutnya, Masjid Negara IKN harus menjadi tempat untuk memberdayakan umat, bukan sekadar tempat ibadah.

"Masjid ini juga akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, sekaligus menjadi rumah besar untuk kemanusiaan," ujar Nasaruddin di IKN, Kalimantan Timur, Jumat.

Saat menjadi khatib Shalat Jumat di Masjid Negara IKN, Menag RI menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis.

Bukan sekadar sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi tempat pembinaan mental, spiritual, hingga pembangunan sosial.

Kunjungan Menag memberi bukti nyata dan menegaskan komitmen Otorita IKN bahwa pembangunan dilaksanakan secara menyeluruh, tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, pelayanan publik, serta ekosistem sosial yang inklusif dan harmonis.

Usai Shalat Jumat, Menag meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas di kawasan IKN, antara lain pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius, RS Hermina, Rumah Susun ASN 1, serta Kantor Bersama.

Peninjauan tersebut mencerminkan sinergi pembangunan lintas sektor yang terus berjalan untuk mendukung terbentuknya pusat pemerintahan yang modern sekaligus berlandaskan nilai kebersamaan.

Kunjungan Menteri Agama di IKN menjadi bagian dari syiar Ramadan yang menghadirkan suasana religius, inklusif, dan penuh kebersamaan.

Di tengah proses pembangunan yang terus berlangsung, Nusantara tumbuh sebagai ruang hidup yang mempertemukan keberagaman dalam semangat persatuan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa Ramadan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat harmoni sosial.

"Sekaligus menunjukkan bahwa Nusantara dibangun bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simbol Indonesia yang rukun dan inklusif," katanya saat mendampingi Menag.