EMEA Masters Diperbarui Jadi Jalur Resmi Kualifikasi Esports World Cup 2026
Dinamika kompetisi League of Legends di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika dikabarkan akan memasuki era baru. Bocoran terbaru menyebutkan bahwa Riot Games tengah menyiapkan perombakan besar terhadap ekosistem EMEA Masters, sekaligus mengaitkannya langsung dengan jalur kualifikasi menuju Esports World Cup 2026. Tak hanya itu, tim-tim dari League of Legends EMEA Championship (LEC) juga disebut akan ikut ambil bagian dalam turnamen kualifikasi baru yang lebih kompetitif.
Jika rencana ini benar, maka peta persaingan antara tim ERL (European Regional Leagues) dan LEC akan berubah drastis, menghadirkan jalur yang lebih terbuka dan berbasis performa, bukan sekadar undangan.

Format Baru EMEA Masters Terhubung ke Esports World Cup
Menurut laporan yang beredar, EMEA Masters kini akan menjadi bagian dari sistem kualifikasi resmi menuju Esports World Cup. Berbeda dengan edisi sebelumnya yang mengandalkan sistem invitasi, format baru ini menghadirkan jalur kompetitif bertahap.
EMEA Masters Winter Edition akan menjadi fase pertama (Phase 1) dari rangkaian kualifikasi. Dua tim ERL terbaik dari turnamen ini akan melaju ke fase berikutnya untuk memperebutkan tiket menuju panggung dunia.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Riot untuk memperkuat ekosistem tier-2 sekaligus memberi insentif lebih besar bagi tim regional.
EWC Qualifier Phase 1 – EMEA Masters Winter
Turnamen EMEA Masters Winter yang telah diperbarui dijadwalkan berlangsung dari 9 Maret hingga 21 April. Sebanyak 36 tim akan berpartisipasi melalui sistem seeding seperti biasa, dengan alokasi dua hingga empat slot per ERL tergantung kekuatan liga.
Stage 1 – Champions Round
Babak pembuka akan dimulai pada 9 Maret dengan empat pertandingan best-of-three. Juara musim dingin 2026 dari delapan ERL teratas (berdasarkan ranking EMEA Masters 2024–2025) akan saling berhadapan.
Empat liga dengan peringkat tertinggi—LFL, NLC, LES, dan Prime League—berhak memilih lawan mereka dari peringkat lima hingga delapan.
Pemenang langsung melaju ke Upper Bracket Round 2 Playoffs, sementara tim yang kalah turun ke Group Stage.
Stage 2 – Group Stage
Fase grup berlangsung 10–15 Maret dengan 32 tim terbagi ke dalam delapan grup berisi empat tim. Format yang digunakan adalah double-elimination best-of-three. Hanya satu tim dari tiap grup yang berhak melaju ke Playoffs. Sistem regional protection tetap diterapkan untuk menghindari duel tim satu liga di fase awal.
Stage 3 – Playoffs
Sebanyak 12 tim akan bertarung dalam bracket double-elimination dengan kombinasi best-of-three dan best-of-five. Empat ronde terakhir akan digelar paralel dengan ERL Spring Split, bahkan dimainkan di hari Selasa—hari yang biasanya kurang populer untuk pertandingan besar.

Dua tim ERL terbaik dari fase ini akan melaju ke Phase 2.
Aturan Khusus untuk Tim Akademi LEC
Tim akademi LEC tetap diperbolehkan bermain di Phase 1. Namun, mereka tidak bisa melaju ke Phase 2 melawan tim LEC utama. Jika posisi klasemen membuat sulit menentukan dua tim ERL yang eligible, maka akan digelar pertandingan decider tambahan pada 18 April pukul 14:00 CET untuk menentukan wakil kedua ERL.
Aturan ini dibuat untuk menjaga integritas kompetisi sekaligus memastikan representasi ERL tetap adil.
EWC Qualifier Phase 2 – LEC Resmi Masuk Arena
Phase 2 akan menjadi babak baru yang mempertemukan sepuluh tim LEC dengan dua tim ERL terbaik. Turnamen ini menggunakan format seeded double-elimination.
Empat tim LEC teratas berdasarkan klasemen LEC Versus langsung memulai dari Upper Bracket Round 2. Sementara tim peringkat lima hingga sepuluh LEC dan dua wakil ERL akan mulai dari Upper Bracket Round 1.
Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 28–30 April dan 14–17 Mei.
Dua tim terbaik dari Phase 2 akan lolos ke Esports World Cup.
Destinasi Akhir: Panggung Dunia
EMEA akan mengirim tiga wakil ke Esports World Cup:
2 tim terbaik dari EWC Main Qualifier (Phase 2)
Juara LEC Spring Split
Mereka akan bergabung dengan 13 tim internasional lain. Salah satu slot sudah diamankan oleh Gen.G sebagai juara bertahan. Turnamen ini akan diikuti total 16 tim dengan total prize pool mencapai 2 juta dolar AS.
Meski seluruh informasi ini masih bersumber dari bocoran dan menunggu pengumuman resmi Riot, perubahan ini berpotensi menjadi revolusi besar bagi ekosistem kompetitif League of Legends di kawasan EMEA. Integrasi langsung antara tier-2 dan turnamen global membuka peluang baru sekaligus meningkatkan tensi persaingan lintas level.
Industri Game Butuh Dukungan Ekosistem Independen
Industri game berkembang pesat berkat ekosistem media yang independen dan kritis. Di Ligagame, kami percaya liputan mendalam, investigasi industri, dan analisis esports berkualitas hanya bisa hadir jika didukung oleh komunitas pembaca.
Berbeda dari media yang dikendalikan korporasi besar, dukungan komunitas gamers bisa membantu kami tetap independen, berani mengkritisi, dan konsisten menghadirkan konten terbaik untuk gamer Indonesia.
Jika ingin melihat jurnalisme game yang lebih tajam, berimbang, dan tidak sekadar sensasi, kamu tahu apa yang harus dilakukan. Dukung Ligagame secara rutin dan jadilah bagian dari pertumbuhan industri game yang lebih sehat.
Ikuti terus berita terbaru League of Legends di Ligagame! Kunjungi Instagram @ligagame_tv dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Baca selanjutnya:
Bocoran Locke, Champion Baru LoL dari Demacia: Role, Skill dan Senjata Petricite
back to top
BERITA REKOMENDASI
Kontroversi VCT 2026: Perbedaan Patch Antar Region Ancam Fairness Kompetisi?
Warner Bros Umumkan Film Game of Thrones: Aegon’s Conquest, Kisah Epik Dimulai
Map Baru Splinter di Counter-Strike 2 Jadi Sorotan, Siap Masuk Scene Kompetitif?
Daftar Lengkap Tim Lolos DreamLeague Season 29 Qualifiers: REKONIX hingga Team Liquid Amankan Tiket




