BREN dan SLB Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kembangkan Energi Panas Bumi Indonesia
Tren
Emiten energi nasional PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Star Energy Geothermal, menjalin kesepakatan strategis dengan perusahaan jasa energi global SLB. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan panas bumi di Indonesia, khususnya di Wilayah Kerja Panas Sekincau, sekaligus mengeksplorasi potensi di pasar internasional, termasuk kawasan Amerika Utara. Perjanjian yang diumumkan pada Selasa, 24 Februari 2026, ini menandai ambisi Indonesia untuk memperluas kapabilitas energi bersihnya ke kancah global.
Kolaborasi Strategis untuk Ekspansi Global
Kesepakatan ini mempertemukan kekuatan lokal Star Energy Geothermal dengan pengalaman global SLB, raksasa jasa ladang minyak yang bermarkas di Houston, Texas, Amerika Serikat. Saham SLB sendiri tercatat di New York Stock Exchange dengan kode emiten SLB. Kerangka kerja sama strategis ini tidak hanya mencakup pengembangan lapangan Wilayah Kerja Panas Sekincau di Indonesia, tetapi juga eksplorasi potensi panas bumi di masa depan, termasuk di kawasan Amerika Utara. Selain itu, SLB akan menyediakan jasa pengeboran terintegrasi penuh untuk tahap pengembangan proyek Sekincau. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan mampu memangkas risiko operasional dan mengoptimalkan sumber daya sejak tahap awal.
Baca Juga:
Mayoritas Negara Muslim Rayakan Idul Fitri 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Hasil Sidang Isbat
Kisah Haru di Kedai Malaysia: Pria Paruh Baya Ditemani Voice Note Istri yang Telah Tiada
Emas Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Naik pada 19 Maret 2026, Cermati Pergerakan Harga
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Perjanjian ini juga menandai fase baru dalam hubungan antara SLB dan Star Energy Geothermal. Jika sebelumnya kolaborasi lebih berfokus pada dukungan teknologi, kini bergerak menuju perencanaan dan pelaksanaan di tingkat proyek. Hubungan yang semakin erat ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang kuat di antara kedua perusahaan. Teknologi, keahlian teknis, dan kapabilitas eksekusi SLB akan diterapkan untuk meningkatkan kinerja di seluruh siklus hidup proyek, mulai dari tahap eksplorasi, pengeboran, hingga pengembangan produksi. Integrasi ini diharapkan dapat mencapai efisiensi tanpa mengurangi standar keselamatan dan keberlanjutan, sekaligus membuka ruang transfer pengetahuan.
Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Tan, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan energi panas bumi secara global. Menurutnya, BREN berperan penting dalam mewujudkan potensi tersebut menjadi dampak nyata.
“Dengan menggabungkan antara kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang teruji dan kekuatan global SLB dalam aspek subsurface dan eksekusi, kami memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat penurunan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan lintas benua,” jelas Hendra dalam keterangan resminya, sebagaimana dihimpun Mureks.
Dalam implementasinya, perjanjian strategis ini memungkinkan SLB untuk meningkatkan efisiensi pengembangan proyek, mengurangi risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis maupun komersial. Pendekatan mitigasi risiko ini menjadi aspek krusial dalam proyek energi berbiaya besar, di mana ketidakpastian dapat ditekan sejak tahap eksplorasi dengan dukungan teknologi canggih. Optimalisasi desain pengeboran dan evaluasi reservoir menjadi bagian integral dari strategi peningkatan kinerja proyek. Efisiensi biaya dan waktu pengerjaan diharapkan berdampak langsung pada keekonomian proyek, memungkinkan panas bumi bersaing dengan sumber energi lain dan memperkuat daya tarik investasi di sektor energi bersih.
Managing Director Indonesia SLB, Nurzhan Ongaltayev, menegaskan bahwa perjanjian dan peluang kolaborasi baru ini menghadirkan keahlian konsultasi subsurface SLB serta pengalaman eksekusi global. Hal ini akan mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga evaluasi peluang di luar negeri.
“Teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, serta kinerja operasional yang disiplin melalui integrasi di seluruh siklus hidup proyek merupakan hal esensial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi,” tutur Nurzhan, menurut pantauan Mureks.
Kesepakatan ini secara jelas memperlihatkan bahwa pengembangan panas bumi Indonesia tidak lagi terbatas pada kebutuhan domestik, melainkan memiliki peluang besar untuk ekspansi di pasar internasional. Kawasan Amerika Utara menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam radar eksplorasi, membuka potensi diversifikasi pendapatan bagi perusahaan dan memperluas jaringan kolaborasi global. Sinergi antara kekuatan lokal dan dukungan teknologi internasional ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap target penurunan emisi global. Energi panas bumi, yang dikenal stabil dan tidak bergantung pada kondisi cuaca, menjadi nilai tambah dalam bauran energi bersih. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri panas bumi dunia.
Barito Renewables Energy Energi Panas Bumi Sekincau SLB Star Energy Geothermal




