Ruang Press - JAKARTA, AFU.ID - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengusulkan tiga langkah prioritas untuk memperkuat ketahanan energi nasional dari jangka pendek hingga jangka panjang. Strategi ini didorong agar pemerintah dapat menekan ketergantungan impor sekaligus mempercepat transisi energi di dalam negeri.
Dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (5/7/2026), Eddy merinci strategi jangka pendek yang perlu segera dieksekusi pemerintah, meliputi penguatan kapasitas kilang nasional, percepatan program elektrifikasi, serta langkah substitusi energi secara masif.
Sementara itu, untuk target jangka menengah, Eddy memandang Indonesia harus mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam domestik lewat pengembangan bioenergi. "Potensi keunggulan nasional kita seperti biodiesel, bioetanol, biogas, hingga bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) harus dimaksimalkan," jelasnya.
Untuk peta jalan jangka panjang, ia menilai pemerintah sudah harus mempersiapkan pengembangan energi baru yang lebih maju, seperti hidrogen dan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Langkah ini disebutnya menjadi bagian krusial dari strategi menuju emisi nol bersih (net zero emission).
Eddy mengingatkan agar Indonesia tidak sekadar mengekor pada agenda transisi energi global. "Kita harus menjadi policy shaper (penentu kebijakan), bukan sekadar policy taker (penerima kebijakan)," tegas Eddy. Ia optimis Indonesia mampu memimpin karena didukung oleh modal demografi yang besar serta melimpahnya potensi energi terbarukan.
Di akhir keterangannya, Eddy turut mengajak generasi muda Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam sektor kewirausahaan hijau, riset, inovasi, dan kepemimpinan guna mengawal keberhasilan target pembangunan berkelanjutan tersebut.