Ruang Press - TRIBUNJAKARTA.COM - Aktivis perkotaan Azas Tigor Nainggolan mengusulkan Pemerintah Provinsi Jakarta meniru sistem keamanan kota seperti di Kuala Lumpur, Malaysia dengan membangun jaringan panic button atau tombol darurat,
Sistem keamanan itu dinilai efektif melindungi warga dari maraknya aksi premanisme di Jakarta.
Menurut Azas Tigor, keberadaan tombol darurat di ruang publik bisa menjadi solusi cepat saat warga saat menghadapi situasi mencurigakan atau ancaman kejahatan.
“Di Kuala Lumpur itu setiap 100 meter ada tombol panic butto n. Kalau ada apa-apa, tinggal pencet, dalam lima menit petugas datang,” kata Tigor kepada TribunJakarta, Selasa (14/4/2026).
Selain panic button, Tigor juga mendorong penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi seperti CCTV yang terintegrasi.
Menurutnya, pengawasan kota tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional, melainkan harus berbasis sistem elektronik yang terhubung ke pusat kontrol, termasuk dengan pihak kepolisian sebagai penegak hukum.
“Pengawasan kota harus elektronik, lewat kamera dan control room. Jadi setiap kejadian bisa langsung terpantau,” ucapnya.
Ia menilai, konsep ini sejalan dengan ambisi Jakarta menjadi kota global yang menuntut aspek keamanan dan kenyamanan.
“Kalau mau jadi kota global, keamanan itu syarat utama,” katanya.
Tigor berharap sistem panic button dan CCTV bisa diterapkan secara merata di seluruh wilayah Jakarta, termasuk di tingkat lingkungan.
Menurutnya, integrasi teknologi dengan aparat keamanan akan membuat respons terhadap kejahatan menjadi lebih cepat dan efektif.
“Bikin saja tombol darurat di banyak titik. Tidak mahal, tapi dampaknya besar untuk rasa aman warga,” katanya.
Sistem perparkiran Jakarta yang masih menjadi ladang pungli juga menjadi sorotan Tigor.
Menurutnya, perparkiran di Jakarta harus dikelola secara elektronik dan diawasi kamera pengawas.
Jika parkir liar di Jakarta bisa ditertibkan, maka pendapatan daerah dari retribusi juga bisa bertambah.