UPN Veteran Jatim Siapkan Mahasiswa Ilkom Hadapi Tantangan Digital
Teknologi

UPN Veteran Jatim Siapkan Mahasiswa Ilkom Hadapi Tantangan Digital

Ruang Press - Praktik komputasi digital dapat meruntuhkan kebiasaan lama yang mengandalkan insting, karena komunikator dipaksa membaca arah obrolan lewat hitungan matematis.

SURABAYA, HUMASINDONESIA.ID – Lulusan Ilmu Komunikasi (Ilkom) sering kali dicap sulit mencari kerja. Kepala Laboratorium Integrated Digital Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur Irwan Dwi Arianto mengamini hal tersebut. Namun, selaras dengan itu ia juga berupaya membantu memudahkan langkah para lulusan. Hal tersebut dilakukannya lewat mata kuliah Komunikasi Digital, dengan menuntut mahasiswa berpikir layaknya seorang analis data.

Menurut Irwan, industri masa kini mengharuskan mahasiswa bergelut dengan angka. Oleh karena itu, ia merancang peranti lunak pengolah data bernama ASIGTA Aktivisme Mahasiswa. Aplikasi social listening tersebut mampu membedah ribuan jejak pergerakan warganet di Twitter dan Facebook, mulai dari titik mula penyebaran isu, biang keributan, sampai barisan pengikut terbaca utuh melalui pendekatan sentralitas aktor. Dengan itu, mahasiswa bisa langsung mengukur posisi tawar tiap individu di tengah hiruk-pikuk kerumunan maya.

Irwan menegaskan, praktik komputasi digital ini dapat meruntuhkan kebiasaan lama yang mengandalkan insting. Dengan ini, katanya, mahasiswa dipaksa membaca arah obrolan warganet lewat hitungan matematis. “Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan orang yang mampu berbicara atau menulis dengan baik, tetapi juga yang mampu memahami perilaku publik digital, membaca data komunikasi, menafsirkan jejaring interaksi, dan mengambil keputusan berbasis bukti,” ujar Irwan mengutip laman resmi UPN Veteran Jatim, Senin (6/4/2026).

Bungkam Mitos Pengangguran

Di sisi lain, panggung komunikasi pemerintahan dan korporasi dewasa ini sngat haus talenta pembaca algoritma. Pejabat kehumasan sering tersandung krisis akibat salah menafsirkan tren obrolan warga. Oleh karena itu, kata Irwan, latihan analitis menggunakan ASIGTA dapat menanamkan insting kritis mahasiswa sedari dini.

Lebih dari itu, lanjut Irwan, aktivitas maya bisa ditimbang secara ilmiah. Hal tersebut mengubah pemahaman anatomi komunikasi menjadi bekal berharga bagi angkatan kerja muda. Menurut Irwan, penguasaan pemetaan jejaring memberi jaminan bagi calon sarjana saat menembus seleksi ketat industri komunikasi kiwari. (Arfrian R.)

You can share this post!