Ruang Press - MANOKWARI, KOMPAS.com - Kabupaten Teluk Bintuni resmi dinobatkan sebagai tuan rumah ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Provinsi Papua Barat IV yang akan menggelar acara pembukaan pada Selasa (7/7/2026).
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Daerah setempat membuat terobosan dengan memadukan warga muslim Papua untuk ikut menyambut para peserta di Bumi Sisar Matiti.
Keterlibatan umat muslim di Teluk Bintuni ini didasari atas filosofi "Agama Keluarga" yang menjunjung tinggi toleransi di tanah Papua.
Wakil Bupati sekaligus Ketua Panitia Pesparani IV, Joko Lingara, mengatakan bahwa persiapan sarana dan prasarana saat ini sudah mencapai 95 persen dan ditargetkan rampung total pada Senin esok.
"Ada dari beberapa warga agama Islam datang untuk turut memeriahkan acara ini karena kita ini agama keluarga," kata Joko, Minggu (5/7/2026).
Penyelewengan KIP Kuliah Terus Berulang, Bagaimana Polanya?
Artikel Kompas.id
Sisar Matiti Jadi Rumah Bersama yang Damai
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan kontingen yang mulai memadati Kabupaten Teluk Bintuni.
Ia menyebut kepercayaan yang diberikan merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menunjukkan wajah Papua Barat yang ramah.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, para kepala daerah, pimpinan kontingen, ofisial, peserta, dan seluruh umat yang hadir di Tanah Sisar Matiti. Kami merasa bangga dan bersukacita dapat menyambut Bapak, Ibu, serta seluruh peserta di Kabupaten Teluk Bintuni,” kata Yohanis.
Ia menegaskan, Pesparani bukan semata-mata ajang kompetisi untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan kerohanian ini merupakan ruang pembinaan iman, seni, dan budaya liturgi Gereja Katolik yang hidup berdampingan di tengah masyarakat Papua Barat yang majemuk.
“Pesparani bukan hanya tentang meraih prestasi, tetapi menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta memuliakan Tuhan melalui pujian dan nyanyian. Dari Bintuni, kita ingin mengirim pesan bahwa Papua Barat adalah rumah bersama yang damai, toleran, dan penuh kasih,” ujarnya.
Momentum Merawat Kebhinekaan Lintas Daerah
Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua Barat, Prof Roberth KR Hammar, menyampaikan bahwa Pesparani IV memiliki makna strategis bagi pembinaan umat.
“Pesparani IV Papua Barat di Teluk Bintuni adalah panggung iman dan persaudaraan. Di atas panggung ini, umat tidak hanya bernyanyi untuk dinilai, tetapi bernyanyi untuk memuliakan Tuhan, menguatkan hati, dan menyatukan kasih di antara sesama anak negeri,” kata Prof Hammar.
Prof Hammar juga menyampaikan bahwa pihak panitia telah secara resmi mengundang Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, untuk hadir dan membuka pelaksanaan kegiatan akbar tersebut secara langsung.
“Kami menyampaikan undangan dan harapan besar agar Bapak Gubernur Papua Barat berkenan hadir secara langsung untuk membuka Pesparani IV. Kehadiran beliau bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap kehidupan iman, seni, budaya, dan persaudaraan masyarakat Papua Barat,” ujar Prof Hammar.
Dihadiri Tokoh Katolik Nasional
Pelaksanaan Pesparani IV Papua Barat ini juga akan dihadiri oleh Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LPKN) yang diwakili Ketua I LP3KN, Romo Yohanes Kurnianto Jeharut. Romo Yohanes sendiri dikenal sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).