Ruang Press - Liputan6.com, Jakarta - Todak baru saja mengumumkan transformasi bisnis mereka lewat konsep Todak 2.0, di mana brand esports asal Malaysia ini memperkenalkan berbagai langkah nyata untuk memperkuat kehadirannya di industri esports dan lifestyle gaming.
Salah rencana yang sudah disiapkan adalah meluncurkan berbagai produk dirancang untuk mendukung gaya hidup komunitas esports, seperti apparel, aksesori, serta kursi gaming yang selama ini menjadi salah satu lini produk utama perusahaan.
Presiden Direktur sekaligus Co-Founder, PT Todak Nusantara Group, Shinta W. Dhanuwardoyo, mengatakan pengembangan produk menjadi bagian penting dari strategi baru Todak 2.0.
Perusahaan menempatkan produk lifestyle sebagai salah satu pilar utama untuk menjangkau komunitas gamer dan generasi digital, di mana produk besutannya dirancang dengan pendekatan performa dan kenyamanan agar bisa dipakai gamer atau pengguna umum.
Gaming Chair Throne Jadi Produk Andalan
Salah satu produk menjadi fokus di Todak 2.0 adalah kursi gaming bernama Throne, yang dirancang langsung oleh pendiri Todak, Azlan Zainal.
Menurut Shinta, Throne merupakan desain original dikembangkan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna yang menghabiskan waktu lama di depan layar.
Kursi ini memiliki ukuran besar dan dirancang dengan struktur kokoh untuk mendukung berbagai posisi duduk. Rencananya, versi baru Throne akan diluncurkan pada Mei mendatang dengan beberapa pilihan warna seperti putih, abu-abu, dan hitam.
Selain kursi gaming, Todak juga menyiapkan lini apparel yang akan dirilis pada periode sama dan akan membawa identitas desain terinspirasi dari budaya esports.
Kerja Sama dengan MPL Indonesia
Sebagai bagian dari komitmen untuk terlibat dalam ekosistem kompetisi esports, di mana Todak resmi mengumumkan kerja sama dengan Mobile Legends Professional League Indonesia atau MPL ID.
Lewat kemitraan ini, Todak akan menjadi sponsor kursi gaming dalam berbagai kegiatan liga. Disebutkan, kerja sama tersebut mencakup MPL ID S17 dan S18, serta Mobile Legends Development League atau MDL Indonesia S13 dan S14.
Dalam kolaborasi ini, Todak juga menyiapkan kursi gaming Throne edisi khusus MPL. “Kursi ini dirancang sebagai edisi spesial yang akan digunakan oleh para pemain profesional selama pertandingan MPL ID berlangsung,” ujar Shinta.
Hadirkan Program Pendidikan Lewat Todak Academy
Tak hanya itu, Todak juga memperluas kontribusinya di industri melalui program pendidikan bernama Todak Academy yang dirancang untuk memperkuat ekosistem esports lewat pendekatan edukasi.
Nantinya, Todak Academy ini akan bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan seperti SMA, SMK, hingga universitas.
Menurut Shinta, industri esports saat ini telah berkembang sangat besar dengan nilai hadiah kompetisi yang bisa mencapai puluhan juta dolar. Karena itu, esports semakin dilihat sebagai salah satu jalur karier yang potensial bagi generasi muda.
Program ini mencakup berbagai jalur pelatihan, mulai dari program Esports Apprentice yang ditujukan bagi calon pemain profesional, hingga program Esports Executive bagi mereka yang ingin berkarier di balik layar industri esports.
Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai bidang seperti manajemen esports, pengelolaan tim, hingga profesi lain seperti sportscaster dan analis pertandingan.
Dengan pendekatan ini, Todak ingin menunjukkan bahwa industri esports memiliki banyak peluang karier yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.
Todak Tinggalkan Format Tim Esports
Todak resmi mengambil keputusan besar dalam perjalanan bisnis mereka di industri esports. Setelah sembilan tahun didirikan, perusahaan ini mengumumkan untuk menutup seluruh organisasi esports mereka dan bertransformasi menuju konsep baru bernama Todak 2.0.
Hal ini diungkap langsung oleh Shinta W. Dhanuwardoyo, Presiden Direktur sekaligus Co-Founder, PT Todak Nusantara Group, dalam media briefing di Jakarta, Rabu (3/3/2026).
Ia mengatakan, " ini momen sangat penting bagi perusahaan karena menandai fase baru perkembangan Todak setelah lebih dari sembilan tahun perjalanan sejak pertama kali didirikan."
Todak sendiri lahir di Malaysia pada 2017 dan didirikan oleh Azlan Zainal. Sejak awal brand ini memang dikenal aktif di industri gaming dan esports, termasuk membangun tim kompetitif serta berbagai aktivitas komunitas digital.
Perusahaan kemudian memperkuat ekspansi ke Indonesia pada 2024 dengan membentuk PT Todak Nusantara Group. Namun setelah hampir satu dekade di dunia esports, Tidak kini memilih arah baru.