Senegal Raih Gelar Juara Piala Afrika 2025 Usai Aksi Mogok Pemain Saat Final
Meja Pers

Senegal Raih Gelar Juara Piala Afrika 2025 Usai Aksi Mogok Pemain Saat Final

Senegal berhasil meraih gelar juara Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah mengalahkan tuan rumah Maroko dengan skor 1-0 dalam laga final yang berlangsung di Stade Prince Moulay Abdellah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini diwarnai oleh aksi mogok pemain Senegal selama 14 menit sebagai protes terhadap keputusan VAR yang memberikan penalti kepada Maroko pada masa injury time.

Kronologi Aksi Mogok Pemain Senegal

Ketegangan dalam pertandingan mencapai puncaknya pada menit ke-90+6 babak kedua ketika wasit Jean-Jacques Ndala memberikan penalti kepada Maroko setelah meninjau insiden kontak antara El Hadji Malick Diouf dan Brahim Diaz di kotak penalti. Sebagai respons, pelatih Senegal, Pape Thiaw, menginstruksikan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan.

Aksi mogok ini memicu situasi kacau di dalam stadion, di mana pemain dari kedua tim terlibat adu mulut, sementara suporter Maroko memberikan sorakan dan siulan. Pertandingan terpaksa dihentikan selama 14 menit sebelum akhirnya para pemain Senegal kembali ke lapangan, berkat inisiatif kapten Sadio Mane yang membujuk rekan-rekannya.

Kegagalan Penalti Brahim Diaz

Di tengah ketegangan tersebut, kerusuhan juga terjadi di area penonton dan meja pers, di mana kelompok suporter Senegal, Gaindé, melompati pagar pembatas untuk menghadapi ofisial pertandingan dan delegasi Maroko. Polisi antihuru-hara kemudian turun tangan untuk mengamankan situasi.

Setelah keadaan mereda, Brahim Diaz maju sebagai eksekutor penalti pada menit ke-90+24, namun upayanya dengan teknik panenka berhasil ditangkap oleh penjaga gawang Senegal, Edouard Mendy. Kegagalan ini menutup waktu normal dengan skor 0-0, yang memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Gol Penentu Pape Gueye

Senegal akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-94 babak tambahan pertama. Gol bermula dari kesalahan pemain Maroko, El Aynaoui, yang kehilangan bola di lini tengah. Sadio Mane mengambil alih bola dan melakukan serangan balik cepat sebelum memberikan umpan kepada Pape Gueye. Dari tepi kotak penalti, Gueye melepaskan tembakan mendatar yang melewati Achraf Hakimi dan masuk ke gawang Maroko.

Pape Gueye sebelumnya juga menjadi sosok kunci dalam perjalanan Senegal di turnamen ini, mencetak dua gol dalam pertandingan melawan Sudan di babak 16 besar. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Senegal, yang membuat Maroko gagal mengakhiri puasa gelar kontinental selama 50 tahun di hadapan pendukungnya sendiri.

You can share this post!