Seminar Toleransi dan Keberagaman PSMTI Rayakan Imlek dan Ramadan di Surabaya
Sosial

Seminar Toleransi dan Keberagaman PSMTI Rayakan Imlek dan Ramadan di Surabaya

Ruang Press - SURABAYA, HARIAN DISWAY - Seminar Toleransi dan Keberagaman berlangsung di Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE), Universitas Surabaya (Ubaya), pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Mengusung tema Etnis Tionghoa dalam Bingkai Kebangsaan Indonesia, seminar menjadi cara Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Surabaya merayakan Imlek dan Ramadan.

Kurang lebih 150 orang dari Surabaya dan sekitarnya hadir dalam seminar yang diawali dengan penampilan hadrah pada pukul 13.30 WIB tersebut.

Di antaranya adalah perwakilan PSMTI Jawa Timur, Persatuan Marga Huang, Harapan Cerah Insan Yang Sejati (HCIYS), Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho, Yayasan Lima Bakti, Koko Cici Jatim, dan Buddhayana Dharmawira Centre (BDC).

di Plaza FBE Ubaya pada Sabtu, 28 Februari 2026. -Rosyidah Ariyanti-Harian Disway

Dalam seminar itu, PSMTI Surabaya memperkenalkan unsur-unsur peradaban Tiongkok dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Keberagaman itu selalu ada dan hidup seiring pertumbuhan bangsa Indonesia.

"Kami ingin mengajak golongan Tionghoa untuk hadir dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa," ujar Ketua Umum PSMTI Surabaya Muljo Hardijana.

Dalam seminar itu pun, PSMTI Surabaya melibatkan berbagai pihak dari beragam etnis dan latar belakang. Apalagi, bulan ini, perayaan Imlek berbarengan dengan awal Ramadan.

"Kami turut mengundang Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD), Gusdurian, PMKRI, dan Pemuda Katolik," terang Muljo kepada Harian Disway.

Dua narasumber mengawali sesi diskusi saat waktu bergerak menuju sore. Prof Sujoko Efferin dan Aan Anshori membicarakan sejarah dan budaya Tionghoa di Indonesia, khususnya di Surabaya.

You can share this post!