Ruang Press - Ukuran teks
A- A A+
Akademisi desak Pemkot Semarang alihkan rute Trans Semarang masuk ke Pasar Johar demi hidupkan kembali ekonomi cagar budaya dan fungsikan halte yang terbengkalai.
Baca juga: Buruan Bayar! Enam Daerah Ini Masih Hapus Denda Pajak Kendaraan
Transportasimedia.com - Pemkot Semarang didesak untuk segera mengambil langkah progresif dengan menghidupkan kembali konektivitas transportasi massal langsung ke dalam kawasan Pasar Johar. Infrastruktur penunjang berupa halte bus di kawasan cagar budaya tersebut saat ini dilaporkan terbengkalai dan berdiri membisu tanpa fungsi.
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat MTI, Djoko Setijowarno, menegaskan bahwa memperpanjang rute Trans Semarang atau rute feeder ke dalam pasar merupakan langkah strategis. Upaya ini diyakini mampu merajut kembali kejayaan ekonomi pasar bersejarah tersebut.
"Mengaktifkan kembali halte yang terbengkalai akan mendorong aktivitas dan meramaikan pasar. Masuknya bus ke dalam kawasan akan mengoptimalkan belanja modal (capex) yang dulu telah dikeluarkan pemerintah," ujar Djoko.
Sejarah mencatat, pada era 1980-an, Pasar Johar merupakan hub utama transportasi di Kota Semarang yang melayani puluhan trayek Bus DAMRI dan angkutan kota. Namun kini, pusat integrasi telah bergeser ke Simpang Lima dan Balaikota, sehingga menyebabkan penumpukan penumpang di kedua titik tersebut.
Menurut Djoko, pengalihan rute Trans Semarang ke dalam Pasar Johar membawa lima manfaat signifikan:
Dampak Ekonomi: Menurunkan hambatan psikologis pembeli untuk datang ke pusat grosir sehingga transaksi pedagang meningkat.
Aksesibilitas & Keadilan Sosial: Memudahkan kelompok rentan seperti lansia dan buruh gendong melalui armada low deck tanpa harus berjalan jauh ke luar jalan raya.
Efisiensi Infrastruktur: Mengurai kepadatan transit penumpang di Halte Simpang Lima dan Balaikota.
Manajemen Lalu Lintas: Mereduksi emisi lokal dan polusi udara dari kendaraan pribadi di sekitar pasar.
Revitalisasi Cagar Budaya: Mendukung konsep Transit-Oriented Development (TOD) mikro yang mengintegrasikan Pasar Johar, Kota Lama, dan Masjid Agung Kauman.
Djoko berharap pemerintah daerah tidak sekadar melihat ini sebagai perkara teknis modifikasi trayek, melainkan wujud komitmen nyata memberdayakan ekonomi kerakyatan secara inklusif dan berkelanjutan. (*)
Topik:
#Djoko Setijowarno
Ikuti Transportasi Media di GoogleNews
Bagikan Artikel Ini
Berita Terkait
Ruang Publik Buruan Bayar! Enam Daerah Ini Masih Hapus Denda Pajak Kendaraan
04 Juli 2026
Ruang Publik ITJ Ramaikan HUT Jakarta ke-499 Lewat "Jakarta Punya Cerita", Hadirkan Seni dan Hiburan Gratis di Kawasan Transit
03 Juli 2026
Ruang Publik Jangan Lengah, Data Rahasia UMKM Kini Jadi Modus Jualan Paling Laris Para Broker Dark Web
03 Juli 2026
Ruang Publik Dirjen Hubdat Ajak Pelaku Industri Sukseskan Transportasi Indonesia Award 2026
02 Juli 2026
Komentar
Karakter tersisa Kirim
Terbaru Terpilih Terpopuler Teramai Komentar yang disematkan
Belum ada komentar.
Ayo kirimkan komentar positif Anda kepada pembaca sekarang juga