Ramadan di Glodok: Toleransi dan Kebersamaan Lewat Pembagian Takjil
Sosial

Ramadan di Glodok: Toleransi dan Kebersamaan Lewat Pembagian Takjil

Ruang Press - VIVA Jakarta - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, saat ratusan paket takjil dan makanan gratis dibagikan kepada warga yang menjalankan ibadah puasa. Aksi sosial lintas iman itu dipusatkan di Wihara Dharma Bhakti, Jalan Kemenangan III, Glodok, Taman Sari, Jumat (27/2).

Sebanyak 300 paket takjil dan makanan gratis disiapkan untuk warga sekitar, musafir, hingga pengemudi ojek daring yang melintas di kawasan tersebut. Kegiatan ini jadi simbol nyata toleransi dan kepedulian sosial di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, turun langsung mengecek persiapan pembagian takjil. Iin juga memantau kondisi bangunan wihara yang saat ini terus dikembangkan.

“Di sisi lain, kami juga memantau proses pembangunan wihara ini agar ke depannya dapat terus melayani masyarakat dengan baik,” kata Iin, dalam keterangan resmi Pemkot Jakbar, dikutip pada Minggu, 1 Maret 2026.

Menurut Iin, kegiatan berbagi yang dilakukan pengurus wihara bukan hanya momentum sesaat di bulan Ramadan. Kata dia, setiap hari, pengurus Wihara Dharma Bhakti menyiapkan sekitar 300 hingga 400 paket makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia pun mengapresiasi atas konsistensi pengurus dalam menjaga semangat berbagi tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.

“Kami sangat mengapresiasi para pengurus wihara yang selalu menjaga semangat berbagi. Saling peduli saat Ramadan dan membantu sesama yang membutuhkan adalah hal yang sangat mulia,” lanjut Iin.

Selain pembagian makanan, wihara juga rutin menggelar layanan pengobatan gratis setiap hari Jumat. Layanan ini terbuka bagi masyarakat umum sebagai bagian dari komitmen sosial keagamaan.

Kegiatan sosial di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat budaya Tionghoa di Jakarta ini dinilai menjadi contoh konkret harmoni antarumat beragama saat bulan Ramadan. Di tengah dinamika perkotaan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengurus rumah ibadah menghadirkan pesan kuat tentang persaudaraan.

Iin berharap semangat solidaritas yang tumbuh di Glodok bisa terus dipelihara dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain.

Ramadan harus bisa jadi momentum mempererat hubungan sosial, memperkuat empati, dan meneguhkan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

You can share this post!