Proses Panjang Diperlukan untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Tenis Meja Indonesia di Asian Games 2026
Meja Pers

Proses Panjang Diperlukan untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Tenis Meja Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta - Sekretaris Jenderal Indonesia Pingpong League (IPL) Yon Mardiono mengungkapkan bahwa atlet tenis meja Indonesia masih memerlukan waktu dan proses yang panjang untuk dapat bersaing secara kompetitif dalam meraih medali di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, serta Olimpiade Los Angeles 2028.

Menurut Yon, tingkat persaingan di Asia sangat ketat, dengan banyak atlet terbaik dunia berasal dari kawasan tersebut. Dia menyebutkan bahwa dari sepuluh atlet teratas dunia, delapan di antaranya berasal dari Asia.

Tantangan Meraih Medali

“Target untuk meraih medali di Asian Games adalah tantangan yang cukup berat bagi Indonesia saat ini,” kata Yon dalam konferensi pers bertema "Sinergi Ekosistem Tenis Meja Untuk Prestasi Internasional" di Jakarta. Dia menegaskan bahwa meskipun tantangannya besar, peluang tetap ada jika pembinaan atlet dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Yon menekankan pentingnya proses pengembangan atlet yang terarah untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara kuat di Asia. Dia memberikan contoh pencapaian atlet Indonesia di SEA Games 2025 di Thailand, di mana Bima Abdi Negara berhasil meraih medali perak, dan Muhammad Naufal Junindra Irawan meraih medali perunggu.

Fokus Jangka Panjang Menuju Olimpiade

Selain mempersiapkan Asian Games, IPL juga menaruh perhatian pada target jangka panjang untuk meloloskan atlet Indonesia ke Olimpiade Los Angeles 2028. Di tingkat usia muda, perkembangan atlet Indonesia mulai menunjukkan hasil yang positif berdasarkan data peringkat dunia.

  • Muhammad Naufal Junindra Irawan berada di peringkat ke-86 dunia kategori Youth (U-19) Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF).
  • Michael Hartono menempati posisi ke-107 dunia kategori Youth (U-15).

Dengan pencapaian ini, Yon percaya bahwa Indonesia memiliki harapan besar untuk meraih medali di Youth Olympic Games. Naufal, yang berusia 18 tahun, telah menunjukkan prestasi yang menggembirakan, termasuk meraih juara di WTT Youth Contender Dubai pada Oktober 2025 dan medali perunggu di SEA Games 2025 di Bangkok.

Terakhir, prestasi Naufal yang berhasil menembus 16 besar di WTT Youth Smash Singapore membawanya ke peringkat ke-86 dunia dalam kategori Youth (U-19).

Peran Indonesia Pingpong League

Indonesia Pingpong League (IPL) merupakan liga tenis meja profesional yang berkomitmen untuk mengembangkan atlet melalui kompetisi terstruktur dari tingkat zona hingga kualifikasi global. Liga ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di peringkat dunia dan saat ini menjadi satu-satunya organisasi tenis meja di Indonesia yang diakui oleh ITTF.

You can share this post!