PKB DIY Serukan Peran Pers dalam Memperkuat Demokrasi pada HPN 2026
Sumber Foto: Harianjogja.com
Meja Pers

PKB DIY Serukan Peran Pers dalam Memperkuat Demokrasi pada HPN 2026

Bantul — Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DIY mengadakan dialog bertajuk "Satu Meja Bareng Media". Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, di Omah Dhuwur Dining & Coffee, Bantul.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 20 wartawan dari berbagai media ini mengusung tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat". Tiga narasumber yang diundang dalam diskusi ini adalah Ketua PWI DIY Drs. H. Hudono, SH; Ketua DPW PKB DIY sekaligus Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar, S.Ag; dan Sekretaris DPW PKB DIY Aslikh Rina Ulyaddin, S.Psi. Diskusi dipandu oleh Sekretaris PWI DIY, Primaswolo Sudjono, S.Pt.

Pentingnya Kritik Konstruktif dari Media

Umaruddin Masdar dalam sambutannya menekankan bahwa pers merupakan pilar keempat dalam demokrasi. Ia mengibaratkan kritik yang diberikan oleh media sebagai jamu tradisional Jawa, yang meskipun pahit, memiliki efek menyehatkan. "Kami meyakini teori pers sebagai pilar keempat demokrasi. Masukan dan kritik dari pers mungkin terkadang pahit dan tidak enak, tetapi sebagai orang Jawa kami percaya kritik itu seperti jamu," ungkap Umaruddin.

Dalam kesempatan tersebut, Umaruddin juga memperkenalkan struktur kepengurusan baru DPW PKB DIY yang didominasi oleh 53 persen perempuan dan melibatkan banyak generasi muda. Hal ini dianggap sebagai strategi untuk menyongsong Pemilu 2029, di mana sekitar 84 persen pemilih diproyeksikan berasal dari kalangan milenial dan Generasi Z.

Independensi Pers dan Kolaborasi dengan Partai Politik

Ketua PWI DIY, Hudono, menyoroti pentingnya independensi pers dan komunikasi yang berorientasi pada kepentingan publik. "Independensi bukan berarti netralitas tanpa pilihan, melainkan kemampuan menilai mana yang baik untuk kepentingan publik. Kami berharap sinergi antara PKB DIY dan insan media terus berjalan," ujarnya.

Hudono juga memberikan pandangan teknis mengenai pendekatan komunikasi, menekankan pentingnya memahami karakter audiens serta membangun kedekatan personal tanpa mengabaikan etika jurnalistik.

Tantangan Informasi di Era Digital

Sekretaris DPW PKB DIY, Aslikh Rina Ulyaddin, mengungkapkan tantangan arus informasi di era digital. Ia mengutip pesan Ketua Umum PKB bahwa informasi saat ini lebih cepat tersebar dibandingkan konfirmasi. "Peran media sangat penting dalam situasi ini. Kami berharap kebijakan politik dapat terukur dan tersampaikan dengan baik," jelasnya.

Komitmen PKB DIY untuk Membangun Dialog

Menutup sesi, Umaruddin Masdar mengungkapkan bahwa PKB DIY sedang membentuk tim kerja anak muda untuk merumuskan konsep kemajuan partai ke depan. Ini termasuk rencana untuk membentuk pengurus harian yang berusia di bawah 25 tahun, melibatkan mantan ketua organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Dialog ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, menunjukkan komitmen DPW PKB DIY untuk membuka ruang dialog, kritik, dan kontrol sosial guna memperkuat demokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.