Ruang Press - Kapal tanker milik PT. Pertamina. | Foto : Ist
MASAKINI.CO – PT Pertamina (Persero) terus memastikan kesiapan operasional, dan ketahanan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, menyusul langkah Iran menutup Selat Hormuz untuk pelayaran internasional.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, dalam keterangan resminya menyatakan Pertamina terus memantau perkembangan dinamika energi global dan telah melakukan mitigasi, guna memastikan kelancaran rantai pasok global dan ketahanan energi nasional tetap terjaga.
Related Posts
Gempa M 7,7 di Filipina Picu Peringatan Dini Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia
BPOM Larang Klaim BPA Free yang Berpotensi Menyesatkan Konsumen
Wajib Halal 2026 Jadi Kunci Daya Saing Produk RI, BPJPH: Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar
“Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ujar Baron, dikutip dari Pertamina.com, Selasa (3/3/2026).
Baron merinci, terdapat tiga unit bisnis strategis Perseroan yang bersinggungan langsung dengan dinamika di kawasan tersebut.
Pertama, PT Pertamina International Shipping (PIS) yang menangani aktivitas pengangkutan energi global. Kedua, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak. Ketiga, Pertamina Patra Niaga yang bertugas dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari sumber di kawasan Timur Tengah.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan, Pertamina mengandalkan portofolio sumber yang terdiversifikasi, baik dari produksi dalam negeri maupun berbagai negara mitra.
Menurut VP Corporate Communication Pertamina, strategi itu memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai. Selain itu, operasional kilang domestik juga dioptimalkan untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi BBM serta LPG ke seluruh masyarakat.
“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Baron.
Tags: Imbas konflik Konflik Timur Tengah Pertamina Selat Hormuz
Previous Post
Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya
Next Post
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Sinabang
Related Posts
Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April
by Riska Zulfira
1 April 2026
MASAKINI.CO - Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026....
Iran Ajukan Permintaan Baru untuk Akhiri Perang, Berpotensi Hasilkan Triliunan
by Redaksi
29 Maret 2026
MASAKINI.CO - Iran mengajukan serangkaian permintaan baru dalam upaya mengakhiri konflik yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel, dengan poin...
Bahlil Pastikan Negosiasi Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Teluk Arab Hampir Rampung
by Ulfah
11 Maret 2026
MASAKINI.CO - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan negosiasi pembebasan dua kargo minyak milik PT Pertamina...
Discussion about this post