Ruang Press - Bukittinggi, Padangkita.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tengah menyiapkan skema pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) di dua kawasan yang memiliki aktivitas tinggi antarwilayah.
Rencana itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah kepala daerah di Aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat (27/2/2026).
Dua kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan BRT adalah kawasan Palapa (Padang–Lubuk Alung–Pariaman) dan kawasan Bukapalipatar (Bukittinggi, Agam, Padang Panjang, Payakumbuh, Limapuluh Kota, dan Tanah Datar).
“Rencana ini sudah kami sampaikan kepada Menteri Perhubungan dan mendapat tanggapan yang baik. Kajian dan perencanaannya juga sudah kita siapkan,” ujar Mahyeldi.
Diketahui, BRT atau disebut juga bus raya terpadu merupakan sistem transportasi massal berbasis bus yang cepat, andal, aman, dan efisien, beroperasi di jalur khusus, biasanya terpisah dari lalu lintas lain, dengan halte atau stasiun tertentu.
BRT ini dirancang untuk mengurangi kemacetan dan polusi dengan kecepatan dan kenyamanan mendekati kereta api namun dengan biaya pembangunan lebih murah.
Menurut Gubernur, angkutan umum massal yang memiliki standar layanan tinggi dan terintegrasi antarwilayah sudah menjadi kebutuhan di Sumbar. Banyak warga yang setiap hari bepergian untuk bekerja, sekolah, berdagang, maupun berwisata.
Selain itu, dengan adanya BRT, Mahyeldi meyakini akan dapat meningkatkan konektivitas, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional di Sumbar
“Kita ingin perjalanan antarwilayah lebih lancar, mengurangi kemacetan, serta membuat transportasi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk kawasan Bukapalipatar yang cakupannya cukup luas, pengembangan akan dilakukan bertahap. Pada tahap awal, fokusnya adalah layanan Trans Paliko yang melayani rute Payakumbuh–Limapuluh Kota.
Sementara itu, di kawasan Palapa, layanan BRT akan menghubungkan sejumlah jalur penting dan terintegrasi dengan terminal serta simpul transportasi lainnya. Diperkirakan, potensi penumpangnya bisa mencapai lebih dari 1,6 juta orang per tahun.
Gubernur menegaskan, guna menyukseskan rencana ini, butuh dukungan dan komitmen dari seluruh pemerintah daerah yang wilayahnya termasuk dalam rencana pengembangan.
“Kita ingin ini berjalan bertahap dan terencana dengan baik, supaya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedi Diantolani menjelaskan rancangan sistem transportasi untuk kawasan Palapa sudah selesai disusun.
“Ada empat jalur utama yang direncanakan untuk kawasan Palapa, menghubungkan Padang, Lubuk Alung, Sicincin, hingga Pariaman,” ujarnya.
Untuk kawasan Bukapalipatar, pengembangan dilakukan dalam beberapa tahap, dimulai dari koridor Bukittinggi–Agam–Padang Panjang, lalu Trans Paliko (Payakumbuh-Limapuluh Kota), hingga koneksi Bukittinggi–Payakumbuh.
Menurut Dedi, dukungan administrasi juga telah disiapkan melalui surat gubernur terkait pengembangan angkutan perkotaan kawasan, sebagai bagian dari kesiapan pengusulan ke pemerintah pusat.
Baca juga: Tiga Kepala Daerah Sepakat Wujudkan Kembali Kawasan Metropolitan Palapa
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh para kepala daerah yag wilayahnya masuk dalam rencana pengembangan, selain itu juga hadir sejumlah jajaran OPD terkait sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan transportasi umum yang lebih baik di Sumbar. [*/adpsb]
Bagikan