KBRN, Mataram : GEDSI JET NTB menggelar pelatihan advokasi bagi perempuan dan kelompok rentan pada Kamis (4/12) di Mataram. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan kelompok terdampak langsung agar dapat mendorong perubahan nyata di lingkungan mereka, terutama terkait isu transisi energi dan kesetaraan.
Sekretaris Gedsi Jet Working Group, Megawati Iskandar Putri, menyampaikan bahwa peserta pelatihan merupakan individu yang selama ini bersentuhan langsung dengan persoalan sosial di wilayahnya. Ia menilai perjuangan perempuan dalam memperjuangkan kepentingan publik tidaklah mudah, mulai dari membentuk kelompok, mengajukan anggaran, hingga mengajak warga desa terlibat dalam perubahan.
"Itulah tujuan kami menggelar pelatihan, semua ini dibuat untuk memperkuat langkah-langkah advokasi mereka." ujarnya
Melalui kegiatan ini, peserta dilatih untuk menentukan isu prioritas, memahami sasaran advokasi, serta mengetahui alasan dan strategi yang harus ditempuh dalam mendorong perubahan.
“Mereka jadi tahu langkah-langkah itu berhasil. Harapannya mereka bisa menjadi penggerak sehingga advokasi ini sampai ke penentu kebijakan,” jelas Megawati.
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dan kelompok rentan karena merekalah yang merasakan langsung dampak persoalan di masyarakat. Oleh sebab itu, suara mereka harus berada di depan.
“Isu GEDSI harus juga disuarakan oleh perempuan dan difabel. Mereka yang mengalami sendiri maka mereka yang berbicara,” katanya.
Menurut Megawati, pelibatan kelompok rentan merupakan bagian dari proses pemberdayaan sebelum mereka terjun melakukan advokasi di tingkat kebijakan. Pemberdayaan ini dinilai penting agar perempuan dan kelompok rentan mendapatkan akses, ruang partisipasi, serta keberanian untuk tampil sebagai aktor utama.