Ruang Press - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe (kanan) membahas kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran Tahun 2026
Berita Lainnya
Sambut PSN Blok Masela, Pemuda Katolik KKT Gelar Diskusi Publik
Harga Cabai Keriting di Pasar Binaya Masohi Tembus Rp80 Ribu per Kilogram
DPRD Ambon Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Jakarta (DMS) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta penguatan kesiapan transportasi laut untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026 di Maluku Utara.
Menurutnya, karakteristik wilayah kepulauan seperti Maluku Utara membuat masyarakat sangat bergantung pada moda transportasi laut. Karena itu, kesiapan armada kapal, kelancaran operasional pelabuhan, hingga pengawasan keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama.
“Sehingga kesiapan armada kapal, operasional pelabuhan, serta pengawasan keselamatan pelayaran harus benar-benar diperhatikan dalam menghadapi angkutan Lebaran 2026,” ujar Menhub dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan telah melakukan rapat koordinasi dengan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, guna membahas kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran di wilayah tersebut.
Kementerian Perhubungan, lanjut Dudy, menyiapkan dukungan melalui program mudik gratis serta optimalisasi jaringan pelayaran antarwilayah. Untuk Maluku Utara, dialokasikan kuota mudik gratis angkutan laut sebanyak 7.150 penumpang atau sekitar 10,82 persen dari total kuota nasional.
Kuota tersebut akan dilayani melalui 18 ruas pelayaran yang menghubungkan sejumlah simpul transportasi penting, seperti Ternate, Sofifi, Jailolo, Ambon, hingga Manado.
Secara nasional, pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana, termasuk kapal laut dan kapal penyeberangan, guna memastikan kapasitas angkutan mencukupi serta pelayanan berjalan aman dan lancar.
Untuk Maluku Utara, disiapkan 15 lintasan pelayaran yang dilayani 14 kapal, terdiri atas kapal Pelni, kapal perintis, dan kapal swasta dengan kapasitas 325 hingga 2.000 penumpang. Sementara layanan penyeberangan mencakup 29 lintasan dengan 13 kapal berkapasitas 50 hingga 400 penumpang.
Menhub menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran akses menuju pelabuhan, mengendalikan kepadatan penumpang di dermaga, serta mengawasi operasional kapal rakyat dan speedboat selama masa mudik.
“Keberhasilan angkutan Lebaran sangat bergantung pada sinergi pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, operator transportasi, dan masyarakat,” ujarnya.
DMS/AC
Tags: Laut Lebaran Maluku Utara Menhub Perkuat transportasi
Previous Post
Iran Luncurkan Gelombang Rudal Baru ke Israel dan Pangkalan AS
Next Post
Bareskrim Bongkar Pengolahan Timah Ilegal di Belitung
Berita Terkait
Sambut PSN Blok Masela, Pemuda Katolik KKT Gelar Diskusi Publik
Saturday, 27 June 2026
Harga Cabai Keriting di Pasar Binaya Masohi Tembus Rp80 Ribu per Kilogram
Saturday, 27 June 2026
DPRD Ambon Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Saturday, 27 June 2026
PLN Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Negeri Hatusua dan Desa Waipirit Dukung Program BPBL
Saturday, 27 June 2026
Proyek Revitalisasi SMPN 1 Amerere Rp669 Juta Maluku Barat Daya Dipersoalkan
Saturday, 27 June 2026
PLN ULP Saumlaki Amankan Bendera Dekat Jaringan Listrik Saat Semarak Piala Dunia
Saturday, 27 June 2026