Lonjakan Harga Minyak Mentah akibat Ketegangan di Selat Hormuz
Internasional

Lonjakan Harga Minyak Mentah akibat Ketegangan di Selat Hormuz

Ruang Press - PRIANGANTIMUR NEWS – Harga minyak mentah dunia melonjak signifikan setelah meningkatnya ketegangan dan laporan blokade di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Menurut laporan pasar energi terbaru, harga minyak mentah Brent sempat melonjak tajam hingga dua digit persentase dalam perdagangan awal menyusul kekhawatiran gangguan pasokan global.

Kenaikan minyak mentah dunia ini dipicu ketidakpastian apakah pengiriman minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar dapat berjalan normal ketika melewati Selat Hormuz.

Mengapa Dampaknya Besar?

Selat Hormuz merupakan salah satu chokepoint energi paling penting di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global atau hampir 20 juta barel per hari melewati jalur sempit ini . Selain minyak mentah, sebagian besar ekspor gas alam cair (LNG) Qatar juga melalui rute yang sama.

Ketika muncul ancaman blokade atau gangguan militer di kawasan tersebut, pasar langsung merespons dengan aksi beli besar-besaran karena risiko kelangkaan pasokan.

Dampak ke Harga Global

Analis memperkirakan jika blokade berlangsung lebih dari beberapa hari, harga minyak berpotensi menembus level psikologis baru. Beberapa proyeksi bahkan menyebut harga bisa melonjak hingga 20–30 persen dari posisi normal jika arus ekspor benar-benar terhenti .

You can share this post!