Keamanan Jadi Kunci Efisiensi Anggaran di Kalimantan Tengah
PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam menghadapi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kepolisian Republik Indonesia tingkat Polda Kalteng di Gedung Graha Bhayangkara, Mapolda Kalteng, Rabu, 18 Februari 2026.
Agustiar menjelaskan bahwa APBD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 tercatat sebesar Rp5,4 triliun, turun signifikan dibandingkan APBD Tahun 2025 yang mencapai Rp10,3 triliun.
Menurutnya, kondisi fiskal tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah, sehingga diperlukan langkah efisiensi anggaran secara menyeluruh dan terukur.
“Ini merupakan tantangan besar bagi kita semua. Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan agar dilakukan efisiensi besar dan terukur terhadap belanja seluruh OPD,” ujarnya.
Gubernur menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa dukungan situasi keamanan yang stabil dan kondusif.
“Tanpa situasi yang aman dan kondusif, efisiensi anggaran tidak akan menghasilkan manfaat maksimal,” tegasnya.
Ia menilai Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah, sehingga program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik meskipun dalam keterbatasan fiskal.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian jajaran Polda Kalteng dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian seluruh jajaran Polda Kalteng,” katanya.
Selain itu, Gubernur mengajak seluruh jajaran kepolisian untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme, memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan, serta menghindari penyalahgunaan kewenangan.
Ia juga mendorong penerapan pendekatan humanis dan restorative justice dalam penegakan hukum, namun tetap tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan.
Gubernur berharap sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dapat terus diperkuat, sehingga berbagai tantangan fiskal yang dihadapi dapat dilalui dengan baik dan pembangunan di Kalimantan Tengah tetap berjalan optimal.
(Sya'ban)




