IBM dan ARM Kolaborasi untuk Kembangkan Komputasi Enterprise Era AI
Teknologi

IBM dan ARM Kolaborasi untuk Kembangkan Komputasi Enterprise Era AI

Ruang Press - IBM mengumumkan kolaborasi strategis dengan ARM untuk mengembangkan perangkat keras dual-arsitektur baru yang dirancang membantu perusahaan menjalankan beban kerja Artificial Intelligence (AI) dan data intensif di masa depan dengan fleksibilitas, keandalan, dan keamanan yang lebih tinggi.

Melalui kolaborasi ini, IBM dan ARM berupaya melanjutkan rekam jejak inovasi yang telah dibangun sebelumnya. Keduanya menggabungkan keunggulan IBM dalam menghadirkan sistem yang andal, aman, dan mudah dikembangkan dengan kepemimpinan ARM dalam arsitektur hemat energi, dukungan terhadap beragam workload, serta ekosistem perangkat lunak yang luas. Sinergi ini diarahkan untuk menghadirkan platform komputasi yang lebih fleksibel dan siap berkembang dalam menjawab kebutuhan masa depan.

“Perusahaan kini semakin memperluas pemanfaatan AI dan memodernisasi infrastruktur mereka. Luasnya ekosistem perangkat lunak ARM memungkinkan berbagai workload dijalankan di lebih banyak jenis platform,” ujar Mohamed Awad, Executive Vice President, Cloud AI Business Unit, ARM, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4).

Ia menambahkan, “Kolaborasi kami dengan IBM melanjutkan perkembangan ini dengan membawa ekosistem ARM ke lingkungan enterprise yang sangat krusial, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi organisasi dalam menerapkan dan mengembangkan workload tersebut.”

Sementara itu, Tina Tarquinio, Chief Product Officer IBM Z dan LinuxONE, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari kepemimpinan IBM dalam inovasi perangkat keras dan sistem.

Menurutnya, langkah ini mencerminkan pendekatan IBM yang secara konsisten mengantisipasi kebutuhan enterprise jauh sebelum terjadi perubahan besar di pasar, dengan mengembangkan kapabilitas lebih awal agar klien siap menghadapi munculnya workload dan model bisnis baru.

“Tujuan kami adalah memperluas pilihan perangkat lunak dan meningkatkan kinerja sistem, sambil tetap menjaga keandalan dan keamanan yang diharapkan klien,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Patrick Moorhead, Founder, CEO, dan Chief Analyst Moor Insights & Strategy. Ia menilai infrastruktur enterprise saat ini memasuki fase baru, di mana fleksibilitas, kemudahan memindahkan workload, serta luasnya jangkauan ekosistem menjadi sama pentingnya dengan kinerja dan keandalan.

“Seiring AI dan aplikasi berbasis data intensif terus mengubah kebutuhan, organisasi mencari platform yang dapat berkembang tanpa harus menghadapi kompromi yang mengganggu operasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah yang ditempuh IBM dan ARM menjadi sinyal penting menuju arah tersebut, sekaligus membuka perspektif baru dalam pengembangan workload modern. Meski demikian, dampak penuhnya masih akan terlihat seiring waktu, mencerminkan bahwa investasi yang dilakukan berfokus pada inovasi platform jangka panjang dan penguatan ekosistem.

Kolaborasi ini berfokus pada tiga area utama. Pertama, pengembangan teknologi virtualisasi yang memungkinkan lingkungan perangkat lunak berbasis ARM dapat berjalan di platform komputasi enterprise milik IBM.

Langkah ini bertujuan memperluas kompatibilitas perangkat lunak sekaligus menyederhanakan proses bagi pengembang dalam menghadirkan aplikasi berbasis ARM ke lingkungan operasional yang krusial.

Kedua, kedua perusahaan mengeksplorasi pendekatan baru untuk mendukung kebutuhan infrastruktur enterprise yang menuntut ketersediaan tinggi, keamanan, serta kedaulatan data lokal. Upaya ini mencakup pengembangan sistem yang mampu mengenali dan menjalankan aplikasi berbasis ARM, sehingga tetap selaras dengan standar keandalan dan kebutuhan operasional perusahaan.

Ketiga, kolaborasi ini juga menitikberatkan pada pertumbuhan ekosistem jangka panjang. Dengan membangun lapisan teknologi lintas platform, IBM dan ARM ingin membuka akses ke ekosistem perangkat lunak yang lebih luas serta menghadirkan fleksibilitas lebih besar dalam penerapan dan pengelolaan aplikasi. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengadopsi arsitektur baru tanpa harus mengorbankan investasi yang telah ada.

“Peran IBM dalam membentuk infrastruktur enterprise telah berlangsung selama puluhan tahun, mencerminkan kapabilitas dan komitmen dalam mendukung workload yang paling kompleks dan sensitif,” ujar Christian Jacobi, Chief Technology Officer dan IBM Fellow, IBM Systems Development.

Ia menambahkan, “Momentum ini menjadi langkah terbaru dalam perjalanan inovasi kami untuk generasi berikutnya dari sistem IBM Z dan LinuxONE, sekaligus menegaskan keunggulan desain sistem menyeluruh sebagai salah satu kekuatan utama kami.” (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

You can share this post!