Festival Imlek 2026: Simbol Toleransi dan Kebersamaan di Indonesia
Sosial

Festival Imlek 2026: Simbol Toleransi dan Kebersamaan di Indonesia

Ruang Press - 14:30 WIB

Ekonomi Bisnis

Rupiah Melemah pada Jumat Pagi Jadi Rp17.845 per Dolar AS

IEA: Krisis Hormuz akan Ubah Peta Energi Dunia

Rupiah Kamis Pagi Melemah Jadi Rp17.856 per Dolar AS

ESDM: Harga Pertamax Berpotensi Turun Jika Harga Minyak Dunia Melemah

Menkeu Purbaya Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dengan China

Korupsi

Direktur PT HWR Tersangka Korupsi Pengelolaan Tambang Emas

Sony Sonjaya Bungkam Usai Diperiksa Kejagung 9 Jam

Sidang Perdana Korupsi eks Ketua Ombudsman Digelar Pekan Depan

Fuad Hasan “Maktour” Penuhi Penjadwalan Ulang Pemeriksaan KPK

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka Korupsi MBG

Budaya

Menjaga Nyala Reog di Panggung zaman

Jakarta Fair 2026 Digelar Selama 32 Hari, Mulai 11 Juni

Pembuat Film Lokal Berharap Balinale Pintu Menuju Oscar

Ribuan Umat Buddha Antusias Ikuti Pawai Hari Raya Waisak di Labuhanbatu

Pecel Jatim Tembus Tujuh Besar Salad Terbaik Dunia

Dengarkan dgn suara Siap

44.3K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Puncak Festival Imlek Nasional 2026 menjadi panggung diplomasi budaya sekaligus simbol penguatan toleransi di Indonesia. Hal itu ditegaskan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menghadiri acara bertajuk Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Nasaruddin, perayaan Imlek kini telah menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. Ia menekankan bahwa Imlek bukan hanya milik umat Konghucu atau masyarakat Tionghoa, tetapi telah menjadi ruang bersama untuk merayakan keberagaman Indonesia.

“Festival Imlek 2026 adalah langkah strategis dalam diplomasi budaya dan wujud nyata penguatan toleransi. Ini menunjukkan Indonesia mampu merawat perbedaan dalam satu harmoni,” ujarnya.

Diplomasi Budaya di Tengah Keberagaman

Baca Berita Lainnya

Forkopimda Jatim Harapkan Pentahelix dapat Bersinergi Wujudkan Herd Immunity di Jatim

Pemko Payakumbuh Sambut Kunjungan Tim Safari Ramadan Provinsi Sumatera Barat

311 Judul Buku diserahkan ke Desa Gilalang Halsel oleh Disarpus Malut

Festival yang digelar bertepatan dengan bulan Ramadan ini menampilkan beragam pertunjukan budaya, parade akulturasi, hingga pasar rakyat. Ragam atraksi tersebut memperlihatkan kekayaan tradisi Nusantara yang berpadu dengan budaya Tionghoa dalam suasana inklusif.

Menag menilai, momentum ini menjadi pesan kuat bahwa Indonesia tidak hanya menjunjung tinggi toleransi, tetapi juga aktif mempromosikan harmoni sebagai identitas bangsa di mata dunia.

“Imlek telah bertransformasi menjadi perayaan kebangsaan. Di sinilah nilai persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan ditegaskan,” katanya.

Lapangan Banteng Jadi Simbol Kebersamaan

Ribuan pengunjung memadati Lapangan Banteng untuk menyaksikan panggung rakyat, parade lintas budaya, serta bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal. Perayaan ini sekaligus menjadi ruang interaksi lintas agama dan lintas generasi.

Pemerintah berharap Festival Imlek Nasional 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga memperkuat fondasi persatuan nasional melalui pendekatan budaya.

Ditag diplomasi budaya Festival Imlek Nasional 2026 Harmoni Imlek Nusantara Imlek Indonesia Karnaval Budaya Nusantara APEKSI XVI keberagaman Indonesia Lapangan Banteng Nasaruddin Umar Perayaan Imlek Toleransi Beragama

Posting Terkait

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Muhasabah

KBRI Roma Resmikan Patung Soekarno pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

Kemenag DKI: Idul Adha Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Sosial

DPD RI: Idul Adha Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Papua Pegunungan

Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Angkat Tema Kurban untuk Alam dan Kemanusiaan

Ikuti Kami Pada

Navigasi pos

Pos sebelumnya Soal Nyawa dan Nasib Usaha, Wamenaker: Audit K3 Tak Boleh Ditawar

Pos berikutnya Geger! OJK Denda Emiten dan Sekuritas Miliaran Rupiah

You can share this post!