Etika Jurnalistik Kunci Resiliensi Media di Era Kecerdasan Buatan
Ruang Redaksi

Etika Jurnalistik Kunci Resiliensi Media di Era Kecerdasan Buatan

Ruang Press - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong transformasi signifikan dalam industri media, di mana penguatan etika jurnalistik dan budaya verifikasi menjadi fondasi untuk menjaga kredibilitas media di tengah perubahan teknologi.

Awal Kejadian

Praktisi media Anggi Oktarinda menyatakan bahwa industri media terus mencari cara ideal dalam memanfaatkan AI tanpa mengurangi peran jurnalis dalam menjaga kualitas informasi. Saat ini, AI telah digunakan di hampir seluruh rantai produksi jurnalistik, namun penggunaannya harus sejalan dengan prinsip-prinsip jurnalistik.

Perkembangan

Anggi menekankan bahwa jurnalisme mengandung nilai, norma, dan etika, yang harus dipahami di tengah sistem otomatis yang tidak memiliki pertimbangan moral. Ia juga mengapresiasi langkah Dewan Pers yang akan menerbitkan Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik pada Januari 2025, yang dianggap penting bagi industri media. Direktur Media Seputar Papua, Misbah Latuapo, menambahkan bahwa di era digital, budaya verifikasi menjadi semakin penting untuk menghindari penyebaran informasi keliru. Ia menegaskan bahwa meskipun AI dapat mempercepat akses informasi, hasil yang dihasilkan tetap memerlukan pengecekan melalui sumber yang kredibel dan tidak boleh membuat pengguna malas melakukan verifikasi fakta.

Respons

Misbah juga membedakan antara jurnalis profesional dan jurnalis warga, menekankan bahwa proses verifikasi dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik merupakan keunggulan jurnalis profesional. Sementara itu, Azis Subekti, Anggota Komisi II DPR RI, menilai penguatan literasi digital dan etika informasi penting dalam membangun kedaulatan digital Indonesia di era AI. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia harus mampu mengatur diri di tengah keterbukaan informasi global.

Kondisi Terakhir

Berbagai pandangan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak harus dianggap sebagai ancaman bagi industri media. Dengan mengedepankan etika jurnalistik, budaya verifikasi, dan peningkatan literasi digital, transformasi teknologi dapat memperkuat resiliensi media dan menjaga kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik.

You can share this post!