Esports Menjadi Pilihan Karier Utama Bagi Generasi Z
Olahraga

Esports Menjadi Pilihan Karier Utama Bagi Generasi Z

Ruang Press - Industri esports kembali mencatat tonggak penting dalam perjalanannya menuju arus utama. Studi global terbaru dari Logitech G mengungkap bahwa esports kini memasuki fase paling transformatif dalam sejarahnya. Tak lagi sekadar hobi atau hiburan semata, competitive gaming semakin diterima sebagai jalur karier profesional yang sah, prestisius, dan menjanjikan di berbagai belahan dunia.

Survei yang melibatkan 18.000 responden dari 12 negara ini menunjukkan perubahan besar dalam cara publik memandang dunia esports. Hampir satu dari sepuluh orang (8 persen) secara global menyatakan bahwa mereka akan memilih menjadi pro gamer jika dapat mengulang karier dari awal. Angka ini bahkan melampaui sejumlah profesi tradisional seperti politisi (6 persen), perekrut (6 persen), hingga pembalap profesional (5 persen).

Gen Z Paling Antusias

Data menunjukkan bahwa generasi muda menjadi motor utama pergeseran ini. Sebanyak 15 persen responden Gen Z menempatkan pro gamer sebagai salah satu cita-cita utama mereka jika bisa memulai ulang karier. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial (10 persen), Gen X (7 persen), hingga Baby Boomers (3 persen).

Tak hanya aspirasi, legitimasi esports sebagai profesi juga meningkat signifikan. Secara global, 54 persen responden menganggap esports sebagai jalur profesional yang sah. Angka ini melonjak menjadi 67 persen di kalangan Gen Z dan 60 persen di kalangan Milenial.

Beberapa negara menunjukkan dukungan yang sangat kuat terhadap esports sebagai profesi. Brasil (87 persen), Korea Selatan (82 persen), China (79 persen), dan Swiss (70 persen) menjadi pasar paling suportif. Meski demikian, sebagian negara Eropa masih memperlihatkan sikap yang lebih skeptis.

Lonjakan Viewership dan Ekosistem Global

Momentum budaya esports juga tercermin dari angka penonton yang terus menanjak. Final Kejuaraan Dunia League of Legends World Championship pada 2024 mencatat puncak penonton global hingga 50 juta orang, melampaui banyak siaran olahraga tradisional.

Sementara itu, kehadiran langsung di arena juga menunjukkan tren positif. Lebih dari 62.000 penonton memadati arena saat Grand Final Honor of Kings KPL Grand Finals di Beijing pada 2025.

Secara keseluruhan, audiens esports global mencapai 611 juta orang pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 641 juta pada akhir 2025. Nilai industri ini kini menyentuh US$2,1 miliar dan diperkirakan melonjak hingga US$7,5 miliar pada 2030, didorong terutama oleh pendapatan sponsorship.

Angka tersebut menjadi bagian dari pasar game global yang diproyeksikan mencapai US$197 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan tahunan 7,5 persen.

Tantangan Masih Ada

Meski pertumbuhan pesat terjadi, sejumlah hambatan tetap membayangi. Sebanyak 42 persen responden menyebut risiko finansial sebagai kendala utama meniti karier esports. Tingkat persaingan tinggi (34 persen) dan kurangnya dukungan orang tua atau lingkungan sosial (31 persen) juga menjadi faktor penghambat.

Namun mayoritas responden optimistis tantangan tersebut bisa diatasi melalui peningkatan liputan media arus utama, fasilitas pelatihan profesional, jalur pendidikan yang lebih jelas, serta transparansi pendapatan pemain.

Menuju Panggung Olimpiade?

Isu integrasi esports ke dalam ekosistem olahraga global juga terus berkembang. International Olympic Committee menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Olympic Esports Games meski tuan rumah baru belum diumumkan.

Pendapat publik terkait masuknya esports ke Olimpiade utama masih terbelah. Sebanyak 49 persen Gen Z mendukung langkah tersebut, sementara hanya 21 persen Baby Boomers yang setuju. Dalam daftar cabang yang dianggap layak masuk Olimpiade, esports berada di angka 22 persen—unggul atas squash, lacrosse, dan netball, serta jauh di atas dodgeball atau mini-golf.

Logitech G Perkuat Ekosistem

Menurut Derek Perez, Head of Gaming Communications Logitech G, esports telah berkembang menjadi kekuatan budaya global yang membuka jalur karier di bidang teknologi, kreativitas, dan performa tinggi.

Sebagai bagian dari komitmennya, Logitech G juga memperkenalkan perangkat terbaru mereka, PRO X2 SUPERSTRIKE, yang menghadirkan teknologi Haptic Inductive Trigger System (HITS) untuk respons ultra-cepat dan presisi maksimal bagi pemain kompetitif.

Lebih dari 50 tahun sejak turnamen awal digelar, esports kini telah berevolusi menjadi ekosistem global yang mencakup kompetisi, teknologi, pendidikan, hingga hiburan. Dengan audiens yang terus bertambah, aspirasi karier yang meningkat, serta legitimasi yang semakin kuat, esports bukan lagi sekadar mendekati puncaknya—melainkan resmi memasuki masa prime!

Industri Game Butuh Dukungan Ekosistem Independen

Industri game berkembang pesat berkat ekosistem media yang independen dan kritis. Di Ligagame, kami percaya liputan mendalam, investigasi industri, dan analisis esports berkualitas hanya bisa hadir jika didukung oleh komunitas pembaca.

Berbeda dari media yang dikendalikan korporasi besar, dukungan komunitas gamers bisa membantu kami tetap independen, berani mengkritisi, dan konsisten menghadirkan konten terbaik untuk gamer Indonesia.

Jika ingin melihat jurnalisme game yang lebih tajam, berimbang, dan tidak sekadar sensasi, kamu tahu apa yang harus dilakukan. Dukung Ligagame secara rutin dan jadilah bagian dari pertumbuhan industri game yang lebih sehat.

You can share this post!