Empat Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemerintah Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Meja Pers

Empat Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Pemerintah Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Ruang Press - Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) untuk pembinaan calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Awal Kejadian

Empat peserta yang meninggal dunia adalah Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Mereka mengalami gangguan kesehatan pada fase awal pendidikan, saat intensitas latihan fisik belum memasuki tahap berat. Kondisi kesehatan pribadi dijadikan salah satu aspek yang sedang ditelaah oleh pemerintah.

Perkembangan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden terus memantau perkembangan kasus tersebut. Meskipun belum ditemukan indikasi kelalaian dalam pelaksanaan pelatihan, pemerintah memastikan evaluasi menyeluruh tetap dilakukan. Prasetyo menegaskan bahwa tujuan program ini adalah untuk memperkuat disiplin, karakter kepemimpinan, dan ketahanan mental peserta, bukan untuk membentuk kemampuan teknis pengelolaan koperasi.

Kementerian Pertahanan, sebagai Panitia Seleksi Nasional Program SPPI, juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dari proses seleksi hingga pelaksanaan pendidikan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan Brigjen TNI Rico Sirait menjelaskan bahwa langkah perbaikan yang disiapkan mencakup penguatan pemeriksaan kesehatan awal dan peningkatan sistem deteksi dini kondisi medis peserta.

Kondisi Terakhir

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa Muhammad Rifqi mengalami sesak napas dan dirawat di RSAU dr. Esnawan Antariksa, namun meninggal pada 26 Juni 2026 setelah perawatan intensif. Novia mengalami gangguan kesehatan yang terkait dengan tuberkulosis (TB). Anisa dilaporkan meninggal akibat heat stroke, sedangkan Yonanda meninggal setelah mengalami henti jantung. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan bahwa proses evaluasi dan investigasi masih berlangsung, dengan penekanan pada pentingnya penguatan aspek keselamatan dalam setiap pelatihan.

You can share this post!