Empat Faktor Penghambat Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia
Lifestyle

Empat Faktor Penghambat Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia

Ruang Press - INAnews.co.id, Jakarta – Produktivitas tenaga kerja Indonesia memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, namun lajunya tergolong lambat. Di kawasan ASEAN, Indonesia masih tertinggal dari Singapura, Malaysia, dan Thailand, bahkan mulai dikejar Vietnam yang tumbuh lebih agresif.

Deniey A. Purwanto dari INDEF mengidentifikasi setidaknya empat faktor penghambat yang saling berkaitan.

“Isunya bukan soal tenaga kerjanya tidak mau. Tapi lapangan pekerjaan yang ada belum bisa mendukung peningkatan produktivitas yang lebih besar,” ujarnya dalam podcast Indepinde yang ditayangkan kanal resmi INDEF, Kamis (5/3/2026).

Pertama, transformasi struktural yang belum tuntas. Indonesia belum sempurna bertransisi dari sektor pertanian ke industri, namun sudah bergeser ke sektor jasa — meninggalkan fondasi industri yang belum cukup kuat sebagai penyangga produktivitas.

Kedua, mismatch antara dunia pendidikan dan dunia usaha, baik secara vertikal maupun horizontal. Banyak lulusan perguruan tinggi bekerja tidak sesuai bidang keahliannya, atau bahkan terjebak di sektor informal.

Ketiga, dominasi sektor informal. Hampir 90 persen tenaga kerja Indonesia berada di segmen UMKM, di mana potensi produktivitas sulit dioptimalkan meski tingkat pendidikan pekerjanya relatif tinggi.

Keempat, ketimpangan adopsi teknologi. Digitalisasi dan otomasi baru menjangkau sektor manufaktur besar, sementara mayoritas UMKM masih jauh dari sentuhan teknologi yang mendongkrak produktivitas.

You can share this post!